China Tegas Tolak Sanksi dari AS, Beijing: Kerja Sama dengan Iran Tak Boleh Diganggu!
Tiongkok tegas menentang sanksi baru AS terkait Iran dan siap lindungi hak serta kepentingannya. Simak pernyataan lengkap jubir Kemlu Tiongkok.
fin.co.id - Pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa hubungan dan kerja sama strategisnya dengan Iran berada dalam kerangka hukum internasional, sehingga pihak mana pun tidak boleh mencampuri atau mengganggunya.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Selasa, 25 Agustus 2026, saat merespons sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Tiongkok memantau perkembangan situasi dengan saksama dan akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak serta kepentingannya sendiri, kata juru bicara kementerian Lin Jian dalam sebuah konferensi pers.
Pada hari Senin, AS mengumumkan sanksi baru terhadap 60 individu, entitas, dan kapal—sebuah langkah yang diklaim akan memutus jalur kehidupan ekonomi Iran—namun tidak sampai menerapkan tindakan yang paling berat.
Baca Juga
"Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional, sehingga tidak boleh diganggu. Kami mengikuti perkembangan dengan saksama, dan akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.
Kecam Sanksi Sepihak Ilegal dan Dampak Tekanan Ekonomi
"China telah berulang kali menyatakan penentangannya yang tegas terhadap sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB," tambah Lin Jian.
Ia menyebut perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak memberikan solusi.
"Sebaliknya, sanksi ekonomi hanya akan memicu ketegangan dan menyebabkan risiko meluas, yang akan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan global, dan merugikan hak dan kepentingan sah negara lain," ungkap Lin Jian.
Dorong Deeskalasi Konflik dan Ancaman Sanksi Sekunder AS
Baca Juga
Tugas mendesak saat ini, menurut Lin Jian, adalah memfasilitasi deeskalasi situasi dan kembali ke dialog dan negosiasi sesegera mungkin.
"China akan melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," tegas Lin Jian.
AS sebelumnya memperingatkan negara-negara lain, termasuk China atas risiko sanksi sekunder yang semakin tinggi jika mereka berbisnis dengan Iran, seiring peluncuran kampanye baru AS untuk memutus jalur ekonomi vital Iran.