Politik

Hadir di Musda Demokrat Jabar, KDM Minta Parpol Kawal Pembangunan di Tanah Pasundan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berharap parpol perkuat kemitraan dengan pemprov untuk kawal agenda pembangunan. Simak selengkapnya di sini.

Hadir di Musda Demokrat Jabar, KDM Minta Parpol Kawal Pembangunan di Tanah Pasundan
KDM berharap parpol perkuat kemitraan dengan pemprov untuk kawal agenda pembangunan.

fin.co.id - Kemitraan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan partai politik perlu terus diperkuat agar kedua belah pihak bisa bersama-sama mengawal seluruh agenda pembangunan di Jawa Barat. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang biasa disapa KDM.

KDM mengatakan, kemitraan tersebut terutama diperlukan dengan partai politik yang memiliki keterwakilan di DPRD Jawa Barat dan selama ini telah menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi.

"Harapan bisa bersama menuntaskan konsepsi dan teknokrasi pembangunan di Jawa Barat. Selama ini komunikasi dengan pimpinan partai, DPD, fraksi, dan kami juga melihat dinamika di DPRD juga baik," kata KDM.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Demokrat Jawa Barat di Kota Bandung, Senin, 24 Agustus 2026 malam.

Penetapan Aklamasi Anton Sukartono di Musda Demokrat Jabar

Dalam Musda tersebut, Anton Sukartono Suratto ditetapkan secara aklamasi sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat setelah menjadi calon tunggal dengan dukungan 27 dewan pimpinan cabang (DPC).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan Musda digelar lebih cepat dari jadwal semula saat kepengurusan berjalan empat tahun empat bulan untuk mempercepat penataan organisasi partai di Jawa Barat.

"Musda ke-VI Partai Demokrat Jawa Barat ini melalui Musdalub, karena kepengurusan baru 4 tahun 4 bulan. Tapi penyelenggaraan Musda berdasarkan AD/ART, kewenangannya berada di Ketua Umum," katanya.

Menurut Herman, penyesuaian jadwal Musda merupakan kewenangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Ia mengatakan hingga batas waktu pendaftaran hanya terdapat satu calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026–2031 yang memenuhi persyaratan, yakni Anton Sukartono Suratto.

Anton mendapatkan dukungan dari 27 DPC dan satu organisasi sayap Partai Demokrat.

"Sampai batas pendaftaran hanya ada satu calon yang dapat dukungan 27 DPC serta satu organisasi sayap. Karena hanya calon tunggal, pelaksanaan musda berjalan lebih cepat dan Anton ditetapkan secara aklamasi untuk selanjutnya diusulkan ke ketua umum," ujarnya.

Evaluasi Kepengurusan dan Pesan Mendekat ke Rakyat

Herman mengatakan Musda juga menjadi forum untuk mengevaluasi kepengurusan serta merumuskan langkah strategis Partai Demokrat di Jawa Barat.

Ia meminta kader Demokrat mendekatkan diri kepada masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka.

Berita Terkait