Pendidikan . 27/08/2026, 17:57 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah terobosan dengan meniadakan persyaratan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta kriteria standar Indeks Prestasi (IP) tinggi pada program beasiswa perguruan tinggi demi menjamin hak pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud di Balikpapan, Rabu, 26 Agustus 2026, menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim harus menyasar seluruh lapisan masyarakat.
"Jadi kalau di beasiswa selama ini, kita mengenal harus pintar dan harus miskin. Yang punya surat miskin dan IP-nya tinggi baru diberikan beasiswa," katanya saat menerima Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.
Menurut dia, kebijakan tersebut kini diubah demi menghadirkan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak daerah.
Melalui program "Gratispol", baik warga kurang mampu maupun kaya, serta yang memiliki IP tinggi maupun rendah, memiliki hak yang sama untuk kuliah dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemprov Kaltim mengangkat harkat, martabat, dan taraf hidup warga, tanpa membedakan latar belakang etnis maupun sosial.
Ia menekankan pemerataan pendidikan ini membutuhkan kolaborasi erat dari para kepala daerah di tingkat kabupaten/kota serta elemen masyarakat untuk mengawal program tersebut.
Program Gratispol (Gerakan Aksi Strategis Pro Rakyat Tanpa Biaya) fokus memberikan jaminan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial secara bebas biaya bagi masyarakat.
Program yang diluncurkan sejak 21 April 2025 ini diterapkan secara menyeluruh pada 2026 untuk menjangkau mahasiswa baru maupun lanjutan dari semester 1 hingga 8.
Hingga pertengahan 24 Agustus 2026, pemerintah daerah telah merealisasikan penyaluran dana Rp288,5 miliar pada pencairan tahap III.
Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening perguruan tinggi mitra, dengan total penerima manfaat mencapai 63.603 mahasiswa di tujuh PTN dan 45 PTS, serta lebih dari 65.004 siswa SMA/SMK yang mendapatkan sekolah dan seragam gratis.
Pemprov Kaltim menyiapkan total pagu anggaran Rp1,377 triliun dengan target sasaran mencapai 158.981 mahasiswa hingga akhir periode anggaran tahun ini.
Sebelum bertransformasi menjadi Gratispol, program ini sebelumnya bernama Beasiswa Kaltim Tuntas dan Beasiswa Kaltim Stimulan pada era kepemimpinan daerah sebelumnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media