Internasional . 28/08/2026, 16:59 WIB

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan Ratusan Orang, Kemlu Pantau WNI

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal–Tibet pada 26 Agustus 2026.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan pemantauan dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka dan KBRI Beijing. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di wilayah terdampak maupun sekitarnya.

“Ke Kemlu melalui KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau perkembangan situasi pasca banjir bandang yang terjadi pada 26 Agustus 2026 di wilayah perbatasan Nepal–Tibet,” kata Heni dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, sedikitnya 90 orang dilaporkan meninggal dunia di kedua sisi wilayah perbatasan Nepal dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Ratusan orang lainnya masih belum ditemukan.

Hingga kini, Kemlu menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang menjadi korban maupun terdampak langsung akibat bencana tersebut. Sekitar 45 WNI diketahui berada di Nepal, dengan mayoritas tinggal di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.

“KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI melalui koordinasi dengan jejaring komunitas WNI serta Konhor RI di Kathmandu,” imbuh Heni.

Perhatian khusus juga diberikan kepada WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang melakukan aktivitas pendakian. KBRI Dhaka meminta agen perjalanan yang membawa WNI ke Nepal segera melaporkan keberadaan serta kondisi para wisatawan, khususnya yang tengah bepergian atau mendaki.

Kemlu juga mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti instruksi otoritas setempat, menjauhi kawasan terdampak, dan memperoleh informasi dari sumber resmi.

“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau informasi melalui sumber resmi,” ujar Heni.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut dilaporkan berdampak sangat luas. Informasi terbaru menyebut lebih dari 1.300 orang masih dinyatakan hilang, sementara korban meninggal dunia mencapai sedikitnya 165 orang. Sejumlah desa dilaporkan tersapu material banjir.

Sebagian korban hilang disebut merupakan wisatawan asing. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menduga bencana dipicu runtuhnya gletser yang kemudian menghasilkan aliran material besar hingga menghantam permukiman di sepanjang jalur dua sungai, Bhote Koshi dan Trishuli.

Di Nepal, polisi dilaporkan telah menemukan 162 jenazah dari lokasi bencana.

Untuk kondisi darurat, WNI di Nepal dapat menghubungi Hotline KBRI Dhaka di +880 161-4444-552. Sementara WNI di RRT dapat menghubungi Hotline KBRI Beijing di +8618610455488 melalui telepon, SMS, maupun WeChat.

Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com