Pendidikan

Kuota Beasiswa Pasti Pintar Ditambah, Pemkab Bekasi Targetkan 200 Mahasiswa Penerima!

Pemkab Bekasi berencana menambah kuota penerima Beasiswa Banpin jadi 200 mahasiswa untuk tingkatkan akses pendidikan tinggi daerah.

Kuota Beasiswa Pasti Pintar Ditambah, Pemkab Bekasi Targetkan 200 Mahasiswa Penerima!
Pemkab Bekasi berencana menambah kuota penerima Beasiswa Banpin jadi 200 mahasiswa.

Persyaratan Ketat dan Pemantauan Prestasi Penerima

Iman mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan data dan dokumen peserta sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Salah satunya adalah kesesuaian data kependudukan.

“Misalkan KTP secara sistem memang ada, tetapi setelah kami cek ternyata KTP-nya dari luar Kabupaten Bekasi. Jadi kelengkapan dokumen juga harus sesuai dengan persyaratan yang ditentukan,” ujarnya.

Peserta yang mengikuti verifikasi dan wawancara wajib memperhatikan beberapa ketentuan penting berikut:

Peserta diwajibkan hadir secara langsung dengan membawa dokumen asli tanpa diwakilkan oleh orang tua maupun pihak lain.

Peserta yang berhalangan hadir sesuai jadwal dapat melakukan penyesuaian selama periode verifikasi masih berlangsung dengan menghubungi kontak dalam undangan.

Sebanyak 100 mahasiswa nantinya ditetapkan sebagai penerima Banpin 2026 dari 668 peserta verifikasi, dengan target pengumuman pada 4 September 2026.

Iman menambahkan, penerima Banpin berdasarkan prestasi akademik akan dipantau capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya setiap semester.

“Saya berharap mereka terus berprestasi, baik melalui jalan akademik maupun non-akademik. Untuk yang melalui prestasi akademik, IPK-nya akan kami pantau setiap semester,” katanya.

Menurut Iman, prestasi akademik menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja yang semakin tinggi.

“Semakin ke sini persaingan semakin tinggi. Banyak yang meraih cumlaude dan lain-lain. Tentunya itu menjadi prioritas di dunia kerja,” ujarnya.

Pemkab Bekasi berharap program Banpin tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendorong lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan prestasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Berita Terkait