Banjir Bandang Nepal-China, 91 Warga Malaysia Hilang Kontak
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Malaysia atau Wisma Putra mencatat sedikitnya 91 warga negara Malaysia belum berhasil dihubungi di tengah bencana banjir bandang yang terjadi di kawasan perbatasan Nepal dan China.
fin.co.id – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Malaysia atau Wisma Putra mencatat sedikitnya 91 warga negara Malaysia belum berhasil dihubungi di tengah bencana banjir bandang yang terjadi di kawasan perbatasan Nepal dan China.
dikutip dari Antara, Sabtu, 29 Agustus 2026, data tersebut disampaikan Wisma Putra hingga Sabtu pukul 20.00 waktu Malaysia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 warga Malaysia dilaporkan hilang kontak saat berada di Nepal, sedangkan 36 lainnya berada di China.
Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas di kedua negara untuk mengetahui kondisi para warganya yang belum dapat dihubungi.
Selain melakukan komunikasi dengan pihak berwenang Nepal dan China, Wisma Putra juga melakukan verifikasi silang terhadap informasi yang diterima. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat data ganda dalam laporan mengenai warga Malaysia yang hilang kontak.
Baca Juga
Wisma Putra meminta masyarakat dan media menggunakan data resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia sebagai rujukan ketika menyampaikan informasi mengenai warga negara Malaysia yang terdampak bencana di kedua negara tersebut.
Jumlah warga yang belum berhasil dihubungi masih dapat berubah. Pemerintah Malaysia akan memperbarui data apabila komunikasi dengan warga yang bersangkutan berhasil dilakukan atau terdapat informasi terbaru dari otoritas setempat maupun keluarga.
Dalam penanganan kasus tersebut, otoritas Malaysia juga menerapkan prosedur konsuler dengan memberikan informasi mengenai perkembangan masing-masing individu secara langsung kepada keluarga terdekat yang identitasnya telah diverifikasi.
Sejumlah pejabat konsuler Malaysia telah menghubungi keluarga yang telah teridentifikasi berdasarkan data yang tersedia untuk menyampaikan perkembangan mengenai anggota keluarga mereka.
Wisma Putra menegaskan aspek privasi tetap menjadi perhatian dalam proses penanganan tersebut. Informasi pribadi mengenai warga Malaysia yang terdampak tidak akan disampaikan kepada publik tanpa persetujuan dari keluarga terdekat.