Ekonomi . 31/08/2026, 09:41 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
“Relaksasi tersebut memberikan fleksibilitas likuiditas yang lebih besar bagi eksportir, tetapi sekaligus mengurangi jumlah devisa yang wajib mengendap dalam sistem keuangan domestik dalam jangka panjang,” terang Liza.
Jajaran bursa saham Eropa kompak finis di zona hijau pada perdagangan Jumat (28/08) pekan lalu. Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,95 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,29 persen, DAX Jerman terangkat 0,77 persen, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,98 persen.
Berbanding terbalik, bursa Wall Street Amerika Serikat justru menutup pekan lalu dengan pelemahan serentak pada Jumat (28/08). Indeks S&P 500 terkoreksi 0,25 persen ke level 7.711,76, Nasdaq Composite turun 0,52 persen ke posisi 26.402,42, serta Dow Jones Industrial Average tergelincir tipis 0,02 persen menuju 53.559,99.
Sementara itu, mayoritas bursa saham kawasan Asia bergerak melemah pagi ini. Indeks Nikkei Jepang merosot 1,65 persen ke level 65.307,00, Shanghai Composite terkikis 0,23 persen ke 3.942,4, Kospi Korea Selatan meluruh 1,82 persen ke 6.665,48, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,98 persen ke 25.333,00. Hanya indeks Straits Times Singapura yang berhasil menguat 0,39 persen ke posisi 5.721,98.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media