Nasional . 30/08/2026, 20:59 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali melonjak drastis. Berdasarkan data terbaru, jumlah hotspot secara nasional telah mencapai 20.378 titik.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian serius karena peningkatan terbesar terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat .
Di tengah penurunan jumlah hotspot pada sejumlah provinsi prioritas lainnya, dua wilayah di Pulau Kalimantan justru menunjukkan kenaikan yang cukup tajam.
Data SiPongi Kementerian Kehutanan per 29 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB menunjukkan tren peningkatan hotspot yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pada 27 Agustus 2026, jumlah hotspot nasional tercatat sebanyak 14.788 titik . Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 18.092 titik pada 28 Agustus 2026 .
Sehari setelahnya, jumlah titik panas kembali melonjak hingga mencapai 20.378 titik .
Kondisi tersebut membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Kementerian Kehutanan menyatakan tetap berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi perkembangan situasi karhutla, terutama di wilayah yang mengalami peningkatan jumlah titik panas.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan perhatian utama saat ini tertuju pada peningkatan hotspot di dua provinsi di Pulau Kalimantan.
"Kementerian Kehutanan tetap dalam posisi siaga penuh, terutama menyikapi peningkatan hotspot di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat," ujar Ristianto Pribadi, Minggu (30/8/2026).
Pemerintah bersama berbagai unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk mengetahui kondisi di lapangan.
Pasalnya, titik panas yang terdeteksi melalui satelit perlu diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media