Bahlil Usulkan Subsidi Listrik 2027 Naik Rp17 Triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan anggaran subsidi listrik sebesar Rp117,84 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Volume solar bersubsidi diusulkan meningkat dari 18,64 juta kiloliter pada APBN 2026 menjadi 19 juta kiloliter dalam RAPBN 2027.
Volume minyak tanah bersubsidi juga diusulkan naik. Dari sebelumnya 0,53 juta kiloliter pada 2026 menjadi 0,561 juta kiloliter pada 2027.
Bahlil mengatakan peningkatan kuota minyak tanah diperlukan karena masih terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang menggunakan bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa di Indonesia ini tidak semuanya memakai LPG. Masih di wilayah timur itu masih pakai minyak tanah. Di Maluku, di Papua, di beberapa wilayah Sulawesi, itu masih pakai minyak tanah. Jadi kalau volume minyak tanah ini kita naikkan, memang ada argumentasi-argumentasi keadilannya,” kata Bahlil.
Baca Juga
Kuota LPG 3 Kg Tetap 8 Juta Metrik Ton
Berbeda dengan solar dan minyak tanah, pemerintah tidak mengusulkan tambahan kuota LPG 3 kilogram dalam RAPBN 2027.
Volume LPG 3 kg tetap diusulkan sebesar 8 juta metrik ton. Sementara subsidi minyak solar tetap dipatok sebesar Rp1.000 per liter.
“Berdasarkan realisasi sampai dengan Juli 2026, diusulkan volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun 2027 sebesar 8 juta metrik ton,” ujar Bahlil lagi. *