Viral! Poster Kabinet Tangguh Beredar di X, Dedi Mulyadi - Ahok Dipasang Jadi Presiden-Wapres 2029
Poster bertajuk “Kabinet Tangguh” ramai beredar di media sosial. Poster tersebut memuat simulasi susunan pemerintahan periode 2029-2034, termasuk menempatkan Dedi Mulyadi sebagai Presiden RI dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Wakil Presiden RI.
fin.co.id - P oster bertajuk “Kabinet Tangguh” ramai beredar di media sosial. Poster tersebut memuat simulasi susunan pemerintahan periode 2029-2034, termasuk menempatkan Dedi Mulyadi sebagai Presiden RI dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Wakil Presiden RI.
Namun, poster tersebut bukan susunan kabinet resmi pemerintah. Daftar nama yang tercantum merupakan kreasi warganet dan tidak terkait dengan keputusan pemerintah maupun partai politik.
Poster itu beredar di platform X dan salah satu unggahannya dibagikan kembali oleh aktivis pendidikan Darmaningtyas. Ia menilai kemunculan poster tersebut sebagai bentuk ekspresi masyarakat di ruang digital terhadap kondisi pemerintahan saat ini.
“Ini mulai beredar kreativitas netizen sebagai ekspresi ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang ada,” tulis Darmaningtyas.
Baca Juga
Poster tersebut dibuat menyerupai rancangan kabinet pemerintahan lengkap. Di dalamnya terdapat slogan “Indonesia Maju, Rakyat Sejahtera!” serta “Profesional, Bersih, Berani”.
Sejumlah nama tokoh publik juga dicantumkan dalam susunan tersebut. Mahfud MD, misalnya, ditempatkan sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM.
Kemudian Bambang Brodjonegoro dipasang sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Anies Baswedan tercantum sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan SDM, sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono ditempatkan sebagai Menteri Koordinator Pertahanan, Keamanan, dan Strategis.
Nama lainnya yang masuk dalam poster antara lain Gatot Nurmantyo, Purbaya Yudhi Sadewa, Thomas Trikasih Lembong, Susi Pudjiastuti, Ganjar Pranowo, Retno L.P. Marsudi, Tri Rismaharini, Rocky Gerung, Abraham Samad, dan Anindya Novyan Bakrie.
Disebut Dibuat dengan Bantuan AI
Format poster yang menyerupai susunan kabinet membuat konten tersebut mudah dianggap sebagai bocoran politik. Padahal, tidak ada informasi resmi mengenai siapa pembuatnya, bagaimana daftar tersebut disusun, maupun dasar penunjukan para tokoh yang tercantum.
Baca Juga
Poster itu juga disebut dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan kemudian disebarkan sebagai konten kreasi di media sosial.
Karena itu, daftar nama dalam “Kabinet Tangguh” tidak dapat dianggap sebagai daftar calon menteri resmi. Poster tersebut juga tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan arah koalisi atau konfigurasi politik menjelang Pemilu 2029.
Darmaningtyas menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan cara masyarakat menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Kritik tidak hanya disampaikan melalui tulisan, tetapi juga melalui desain visual dan simulasi susunan kekuasaan.
“Baru kali ini pada masa kepemimpinan yang sah muncul daftar Menteri Kabinet Bayangan dan Kabinet Tangguh,” tulisnya.
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya gerakan resmi untuk mengganti pemerintahan.