NIK Dicatut untuk Judi Online, Kemensos Pastikan Hak Bansos Warga Tak Hilang
Kemensos menegaskan masyarakat kurang mampu tidak serta-merta kehilangan hak menerima bantuan sosial atau bansos apabila identitas mereka disalahgunakan pihak lain untuk aktivitas judi online atau judol.
Sebab, ada kemungkinan seseorang tercatat dalam suatu transaksi tanpa mengetahui bahwa data pribadinya telah digunakan oleh pihak lain.
Bagi masyarakat yang benar-benar kurang mampu, kesalahan dalam pencatatan data tentu dapat berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari.
Karena itu, proses verifikasi menjadi langkah penting sebelum pemerintah mengambil keputusan akhir terkait status penerima bansos.
Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak akan serta-merta menghapus hak masyarakat yang terbukti menjadi korban penyalahgunaan identitas.
Baca Juga
Apabila warga tersebut memenuhi seluruh kriteria sebagai penerima bantuan sosial, maka hak mereka tetap akan dipertimbangkan untuk disalurkan.
“Untuk yang seperti ini sedang kita perbaiki, sedang kita dalami, dan tentu jika memenuhi kriteria, bansosnya akan tetap kita salurkan,” tegas Gus Ipul.
Pernyataan tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat yang merasa tidak pernah terlibat judi online, tetapi mengalami masalah terkait status penerimaan bansos akibat dugaan penggunaan data pribadi tanpa izin.
Pemerintah saat ini berupaya membedakan antara penerima bantuan yang memang terlibat dalam aktivitas yang tidak sesuai dengan kriteria dan masyarakat yang menjadi korban pencatutan data.
Perkuat Verifikasi Data
Untuk memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial, Kemensos terus melakukan penguatan proses verifikasi dan validasi data.
Baca Juga
Langkah tersebut dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melalui proses pengintegrasian data terpadu.
Upaya ini mengacu pada Instruksi Presiden atau Inpres Nomor 4 Tahun 2025.
Selain itu, pemerintah juga melakukan sinkronisasi data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN.
Pelaksanaan Sensus Sosial Ekonomi 2026 juga diharapkan dapat membantu menghasilkan data yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat.
“Mungkin juga nanti di akhir tahun kita akan tahu hasilnya, dan dengan begitu kita akan pasti dapat data yang lebih akurat, yang terkini, dan ditambah digitalisasi bansos,” ujar Gus Ipul.