Nasional . 03/09/2026, 21:47 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Awal September menorehkan catatan kelam bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus dugaan keracunan massal akibat mengonsumsi menu MBG terjadi sejak awal bulan di berbagai daerah di Indonesia.
Dimulai pada Selasa, 1 September 2026. Ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan. Para santri dilaporkan mengalami keluhan berupa sakit, pusing, mual, dan lemas.
Ratusan santri itu dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Para santri dirujuk antara lain ke RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura Candi, RS Siti Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, dan RS Arafah Anwar Medika.
Penyuplai menu MBG ke Pesantren Manbaul Hikam adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur. Sebagai bentuk sanksi, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPGG tersebut.
"Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana.
Satu hari berselang, dugaan keracunan menu MBG Kembali terjadi. Kali ini di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat jumlah korban keracunan diduga akibat konsumsi makanan bergizi gratis di Kecamatan Palupuh terus bertambah hingga mencapai 237 orang pada Rabu, 2 September 2026, sore.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar korban telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang, sementara dua orang masih menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, ratusan korban tersebut mengalami gejala seperti sakit perut, pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan.
"237 orang korban keracunan sampai Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB," kata Hendri di Lubuk Basung.
Untuk meminimalisir dampak dan jumlah korban, Gubernur Sumbar, Mahyeldi menginstruksikan agar operasional dapur SPPG yang menyebabkan keracunan massal ini ditutup sementara.
Kasus keracunan MBG terus berlanjut pada Kamis, 3 September 2026. Sebanyak 752 murid dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Rembang, Jawa Tengah diduga mengalami keracunan menu MBG yang dibagikan di sekolah mereka.
Para siswa mengeluhkan diare, hingga toilet sekolah tak mampu menampung antrean. Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik mengatakan, gejala tersebut mulai terdeteksi secara masif pada pagi hari, saat para siswa mulai masuk kelas.
"Tadi pagi anak-anak masuk, ada yang bilang 'Pak, saya diare'. Begitu guru mendata di masing-masing kelas, dalam beberapa menit langsung masuk laporan ada 777 orang (total guru dan siswa) yang diare," kata Juhartutik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media