Megapolitan

Tiket Ragunan Bakal Naik Rp10 Ribu, Keamanan Kandang Disorot

Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyepakati perlunya penyesuaian tarif tiket masuk.

Tiket Ragunan Bakal Naik Rp10 Ribu, Keamanan Kandang Disorot
Kebun Binatang Ragunan Jakarta (Dokumen Istimewa)

Kenneth menegaskan, tambahan pendapatan tidak boleh sekadar masuk sebagai penerimaan pengelola. Dana tersebut harus dikembalikan untuk meningkatkan kualitas kawasan dan kesejahteraan satwa maupun petugas.

Sejumlah kebutuhan yang dinilai penting antara lain perbaikan sanitasi, kebersihan toilet, program pemuliaan satwa, serta peningkatan kesejahteraan pegawai dan petugas teknis.

"Kita dorong agar ada skema pertukaran satwa antar kebun binatang agar bisa mendapatkan gorila betina sehingga mereka bisa berkembang biak dengan layak. Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan juga harus diperhatikan. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit," ujarnya.

Penambahan tenaga dokter hewan juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Kenneth menyebut jumlah dokter hewan saat ini belum sebanding dengan populasi satwa di Ragunan yang mencapai lebih dari 2.200 ekor.

"Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan,"pungkasnya.

Pengelola Sambut Rencana Tarif Baru

Kepala Taman Margasatwa Ragunan drh. Endah Rumiyanti menyambut positif rencana penyesuaian tarif tersebut. Ia mengatakan kondisi keuangan Ragunan saat ini masih sangat bergantung pada dukungan APBD DKI Jakarta.

Di sisi lain, pendapatan mandiri dari tiket masuk cenderung tidak mengalami peningkatan signifikan selama dua dekade terakhir.

"Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen," terangnya.

Endah menegaskan penyesuaian tarif bukan dimaksudkan untuk mengubah Ragunan menjadi kawasan komersial. Kebijakan tersebut lebih diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus mendukung realisasi masterplan pengembangan kawasan.

"Bila penyesuaian tarif ini terlaksana, fokus utama kami adalah pembenahan fasilitas pendukung, perbaikan serta pemeliharaan kandang satwa, hingga penataan sistem zonasi kawasan berdasarkan masterplan yang telah disusun. Goal utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif," katanya.

Cahyono/Disway 

Berita Terkait