Antrean Ketapang Capai 13 Kilometer, ASDP Kerahkan 24 Kapal
Antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian. Panjang antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 13 kilometer
fin.co.id - Antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian. Panjang antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 13 kilometer, sehingga PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) harus mengambil langkah cepat untuk mengurai kepadatan.
Untuk mempercepat pelayanan dan mengurangi penumpukan kendaraan, ASDP mengerahkan 24 kapal berkapasitas besar. Selain itu, pola operasi kapal juga dioptimalkan dengan melibatkan regulator serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pihaknya memahami kondisi tersebut cukup berdampak terhadap masyarakat maupun pelaku logistik. Karena itu, berbagai langkah konkret terus dilakukan agar antrean dapat segera terurai.
“Kami memahami kondisi ini memberikan dampak, khususnya bagi masyarakat dan pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu. Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga
Volume Kendaraan Logistik Naik 16 Persen
Salah satu faktor yang membuat kawasan Pelabuhan Ketapang semakin padat adalah meningkatnya volume kendaraan logistik. ASDP mencatat jumlah kendaraan logistik mengalami kenaikan sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap kapasitas layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Apalagi, pada saat yang sama terdapat kondisi operasional yang membuat kapasitas dermaga belum bisa digunakan secara maksimal.
Satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk untuk sementara tidak beroperasi karena sedang menjalani pekerjaan peningkatan kapasitas menjadi 50 ton.
Menurut Heru, pekerjaan tersebut bukan sekadar perbaikan rutin. Peningkatan kapasitas dermaga merupakan bagian dari penguatan infrastruktur sekaligus persiapan menghadapi periode angkutan dengan potensi lonjakan penumpang dan kendaraan pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Idul Fitri 2027.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode angkutan Nataru dan Idul Fitri 2027,” kata Heru.
Baca Juga
ASDP Terapkan Pola Tiba-Bongkar-Berangkat
Untuk mempercepat pergerakan kapal dan mengurangi waktu tunggu di dermaga, ASDP juga menerapkan pola operasi Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB).
Pola tersebut diberlakukan pada enam kapal. Tujuannya adalah mempercepat proses bongkar muat kendaraan sehingga kapal tidak terlalu lama berada di dermaga.
Dengan pola TBB, kapal yang tiba di pelabuhan diharapkan dapat segera melakukan proses bongkar kendaraan, kemudian memuat kendaraan berikutnya dan kembali berangkat. Strategi ini menjadi salah satu cara ASDP mengoptimalkan kapasitas kapal yang tersedia di tengah tingginya permintaan layanan penyeberangan.
Meski demikian, penerapan pola tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. ASDP tidak bisa hanya mengejar kecepatan karena aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi pertimbangan utama.