Antrean Ketapang Capai 13 Kilometer, ASDP Kerahkan 24 Kapal
Antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian. Panjang antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 13 kilometer
“Penyesuaian pola operasi dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kapasitas dermaga, kondisi lalu lintas kendaraan, serta aspek keselamatan pelayaran,” ujar Heru.
Kendaraan Logistik Beralih ke Ketapang
Kepadatan di Ketapang juga tidak terlepas dari dinamika operasional di Pelabuhan Tanjung Wangi. Kondisi layanan penyeberangan di pelabuhan tersebut membuat sebagian kendaraan logistik memilih beralih menuju Pelabuhan Ketapang.
Perpindahan arus kendaraan tersebut secara otomatis memberikan tambahan beban terhadap akses menuju Pelabuhan Ketapang. Jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan kendaraan dapat membuat antrean semakin panjang.
Baca Juga
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan regulator dan para pemangku kepentingan untuk mengatur arus kendaraan, terutama kendaraan logistik.
Pengaturan tersebut dilakukan sambil mempercepat proses penguraian antrean yang terjadi di akses menuju pelabuhan.
“Pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap dilayani sesuai ketentuan. Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi tambahan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Media.
Pengguna Jasa Diminta Bersabar
ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pengguna jasa yang tetap bersabar menghadapi kepadatan di kawasan Pelabuhan Ketapang.
Kondisi antrean hingga 13 kilometer tentu dapat berdampak pada waktu perjalanan. Karena itu, masyarakat yang hendak menggunakan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk diminta memperhitungkan tambahan waktu perjalanan.
Baca Juga
Pengguna jasa juga diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan. Hal ini penting agar arus kendaraan dapat tetap dikendalikan dan tidak terjadi penumpukan yang lebih parah di titik-titik tertentu.
Bagi pengguna jasa yang sudah memiliki tiket, ASDP memastikan pelayanan tetap diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di tengah upaya mempercepat penguraian antrean, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. ASDP tidak ingin penyesuaian pola operasi justru mengabaikan standar keselamatan pelayaran.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan seoptimal mungkin. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Media. (*)