Nasional

Alhamdulillah! Karhutla Gunung Semeru Padam, Area Terdampak Tembus 3.072 Hektare

Karhutla Gunung Semeru padam setelah penanganan petugas gabungan. Luas area terbakar hingga 1 September mencapai 3.072 hektare.

Alhamdulillah! Karhutla Gunung Semeru Padam, Area Terdampak Tembus 3.072 Hektare
Karhutla Gunung Semeru padam setelah penanganan petugas gabungan.

fin.co.id - Petugas gabungan akhirnya menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Semeru, Jawa Timur, padam setelah proses penanganan melalui penyisiran darat dan helikopter water bombing. Hingga 1 September 2026, luas area terbakar yang tercatat mencapai 3.072 hektare, sementara petugas masih menghitung luasan terdampak hingga Sabtu, 5 September 2026.

"Kami berkoordinasi dengan Seksi PTN wilayah III TNBTS Ranupani di Lumajang karena per tanggal 5 September 2026, kegiatan dinyatakan selesai karena sudah tidak ada titik api dan selanjutnya akan di laksanakan patroli oleh pihak TNBTS," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, Minggu, 6 September 2026.

Karhutla Semeru Tak Lagi Menyisakan Titik Api

Menurut dia, pihaknya mendapat informasi dari pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) luasan terbakar hingga 1 September mencapai 3.072 ha, sedangkan luas terbakar hingga Sabtu (5/9) masih dalam proses perhitungan petugas TNBTS di lapangan.

"Luas yang terbakar tersebar di beberapa dengan lokasi di antaranya Diblok Dingklik, Pacis bincil, Kedaluh, Penanjakan sebanyak 211,24 ha, kemudian di Bantengan, Watangan, Jantur, dan B29 seluas 881,78 ha, dan dampak karhutla yang terluas berada di Ranu Kumbolo dan sekitarnya mencapai 1.887 ha," tuturnya.

Ia mengatakan pihak TNBTS masih melakukan penghitungan luas terdampak karhutla di Blok Krepelan di Desa Ranupani, sehingga pihaknya masih belum mengetahui luas hutan yang terbakar di sana karena masih dalam proses perhitungan dari pihak TNBTS.

Meski petugas telah menyatakan kegiatan penanganan selesai karena tidak lagi menemukan titik api, pemantauan tetap berlanjut. Pihak TNBTS selanjutnya akan melakukan patroli untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman.

Petugas Sisir Blok Krepelan hingga Ranupani

"Kami masih melakukan penghitungan luas terdampak karhutla di Blok Krepelan di Desa Ranupani, sehingga pihaknya masih belum mengetahui luas hutan yang terbakar di sana karena masih dalam proses perhitungan dari pihak TNBTS."

"Tim regu siaga BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya berangkat menuju area pembasahan di Blok Krepelan arah ke Ranupani dengan menggunakan alat jet shoter dan blower," katanya.

Ia mengatakan Tim TRC BPBD juga berpatroli monitoring kemungkinan titik api baru di jalur pendakian Gunung Semeru hingga pos 2 dan sudah tidak ditemukan titik api.

Patroli tersebut menjadi bagian dari pemantauan setelah petugas menyelesaikan kegiatan penanganan karhutla. Selain itu, petugas tetap memperhatikan area yang sebelumnya terdampak kebakaran untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.

Penanganan Libatkan Banyak Pihak

Penanganan karhutla di Gunung Semeru melibatkan banyak pihak yakni TNBTS, Dalkar hutan Manggala Agni, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, ABI Jatim di Lumajang, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kementerian Kehutanan.

Kolaborasi tersebut dilakukan dalam proses penanganan kebakaran, termasuk penyisiran kawasan dan pembasahan di sejumlah lokasi terdampak. Petugas juga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Berita Terkait