Pendidikan . 06/09/2026, 21:22 WIB

Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Berat Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan langkah khusus bagi sekolah yang terdampak cukup berat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menginstruksikan pengalihan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring bagi sekolah-sekolah yang terdampak parah oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Di daerah yang terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring, atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring," kata Mendikdasmen dalam Konferensi Pers Pembaruan Informasi Layanan Pendidikan Pascaerupsi Krakatau yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu.

Abdul Mu'ti juga menyebutkan skema PJJ tersebut difokuskan pada sejumlah wilayah dengan paparan abu vulkanik tinggi, seperti Kabupaten Serang di Banten, serta Kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.

Sekolah dengan Paparan Abu Tinggi Diminta Terapkan PJJ

Bagi daerah yang paparannya dinilai masih aman untuk menggelar pembelajaran tatap muka, Mu'ti mewajibkan penerapan protokol kesehatan dan keamanan yang sangat ketat. Sekolah tetap dapat menjalankan kegiatan belajar di kelas, tetapi harus menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi lingkungan dan keselamatan warga sekolah.

"Pembelajaran dapat tetap diselenggarakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, tidak melaksanakan kegiatan di luar kelas, menutup pintu, jendela, dan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan keselamatan bagi seluruh murid," ujarnya.

Mendikdasmen juga memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan durasi jam belajar, sehingga tidak harus berjalan penuh seperti pada kondisi normal. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi yang mereka hadapi.

Selain itu, para guru diimbau untuk menyisipkan materi pendidikan kebencanaan agar siswa tetap tenang dan memahami langkah penyelamatan diri. Dengan demikian, kegiatan pendidikan tidak hanya berfokus pada materi pelajaran, tetapi juga membantu siswa memahami tindakan yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.

Pemda Tentukan Durasi Pembelajaran dari Rumah

Terkait durasi penerapan belajar dari rumah tersebut, Abdul Mu'ti menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas pemerintah daerah yang paling memahami dinamika sebaran abu vulkanik di lapangan. Pemerintah daerah nantinya dapat menyesuaikan kebijakan pembelajaran berdasarkan informasi dan kondisi yang berkembang di wilayah masing-masing.

"Jadi kalau di Jakarta sudah ditetapkan bahwa pembelajaran di Jakarta mulai besok diselenggarakan secara daring, maka semuanya harus mengikuti aturan pemerintah daerah. Nah untuk daerah-daerah lain yang belum membuat keputusan, kami sangat mengharapkan agar dapat sesegera mungkin memberikan informasi sebagai panduan bagi masyarakat," ucap dia.

Abdul Mu'ti menyebutkan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dari kalangan murid maupun guru, serta tidak ada laporan kerusakan infrastruktur sekolah di wilayah terdampak, seperti Banten dan Lampung. Kondisi tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan dalam pembaruan layanan pendidikan pascaerupsi Krakatau.

Meski demikian, ia menegaskan keselamatan dan kesehatan warga sekolah tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, sekolah dan pemerintah daerah perlu menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com