Nasional

Dua Kali Erupsi dalam 34 Menit, Gunung Ile Lewotolok Semburkan Kolom Abu 600 Meter

Gunung Ile Lewotolok di Lembata erupsi dua kali dengan kolom abu mencapai 600 meter. Status gunung saat ini Level II atau Waspada.

Dua Kali Erupsi dalam 34 Menit, Gunung Ile Lewotolok Semburkan Kolom Abu 600 Meter
Gunung Ile Lewotolok di Lembata erupsi dua kali dengan kolom abu mencapai 600 meter.

fin.co.id - Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas erupsi sebanyak dua kali pada Senin, 7 September 2026 pagi. Dua letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak gunung.

Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian dalam laporan yang diterima di Kupang, Senin, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.41 Wita. Kolom abu saat itu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara serta barat daya. Erupsi tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 42 detik.

Stanislaus menjelaskan letusan pertama turut disertai suara dentuman dengan intensitas sedang. Kondisi tersebut menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang terjadi pada pagi hari tersebut.

Erupsi Kedua Terjadi Selang 34 Menit

Erupsi kedua Gunung Ile Lewotolok terjadi pada pukul 06.15 Wita atau sekitar 34 menit setelah letusan pertama. Tinggi kolom abu kembali mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

Pada erupsi kedua, kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Aktivitas tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar satu menit enam detik.

"Letusan kedua disertai dentuman dengan intensitas lemah," ujarnya.

Stanislaus mengatakan status aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok saat ini berada pada Level II atau Waspada. Karena itu, masyarakat dan pengunjung perlu memperhatikan wilayah yang menjadi batas aman di sekitar pusat aktivitas gunung.

Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

Dalam status Level II (Waspada), masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memasuki sektor selatan dan tenggara dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Imbauan tersebut berlaku untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat muncul dari aktivitas vulkanik gunung.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas. Potensi tersebut dapat terjadi pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat yang berada di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung. Masyarakat juga perlu menggunakan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik.

"Masyarakat juga diimbau menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," katanya.

Berita Terkait