Politik

Puan Minta Dugaan Alih Fungsi Lahan Pascakarhutla Diselidiki

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta dugaan perubahan peruntukan lahan yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Puan Minta Dugaan Alih Fungsi Lahan Pascakarhutla Diselidiki
Ketua DPR RI Puan Maharani. FOTO: DPR

fin.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta dugaan perubahan peruntukan lahan yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Menurutnya, praktik semacam itu tidak semestinya terjadi dan harus segera ditindak apabila terbukti.

Puan menilai penyelidikan perlu dilakukan oleh pihak berwenang jika ditemukan kawasan yang sebelumnya terbakar akibat karhutla kemudian mengalami perubahan fungsi.

"Apakah hal-hal yang terkait karhutla kemudian sudah berubah alih fungsi, nanti kami akan meminta pihak yang terkait untuk menyelidiki hal itu," kata Puan di DPR RI, Selasa, 8 September 2026.

Ia menegaskan persoalan perubahan fungsi lahan setelah terjadi karhutla perlu mendapat perhatian serius. Sebab, kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan yang semestinya berlaku.

"Dan itu seharusnya tidak boleh terjadi dan harus segera ditindak," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap adanya indikasi pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sengaja. Bahkan, terdapat dugaan pelaku mendapatkan imbalan untuk menjalankan aksi tersebut.

Suharyanto menyampaikan bahwa petugas menemukan kasus di Jambi. Seorang pelaku pembakaran hutan disebut mengaku memperoleh bayaran sebesar Rp500 ribu atas tindakannya.

"Memang di lapangan betul sekali Bapak Presiden, memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar. Kami menangkap itu di Jambi, ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp500.000, diberi upah begitu," kata Suharyanto dalam rapat terbatas, Senin, 7 September 2026.

Tidak hanya di Jambi, BNPB juga menemukan indikasi serupa di wilayah Kalimantan Barat. Suharyanto menyebut adanya lokasi yang baru terbakar, sementara di kawasan lain sudah terlihat rencana pemanfaatan lahan untuk penanaman kelapa sawit.

"Kemudian di Kalimantan Barat terlihat, Bapak Presiden, di gambar lokasi yang baru saja terbakar belum selesai kebakarannya, di tempat lain lokasi itu sudah berubah menjadi rencana penanaman pohon, begitu pohon sawit," ujarnya.

Berita Terkait