Dugaan Keracunan MBG Terjadi Lagi! Kali Ini di Pati dan Madiun, Mau Sampai Kapan?
Ratusan siswa di Pati, Jawa Tengah, dan puluhan siswa serta guru di Madiun, Jawa Timur, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG.
fin.co.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan, setelah ratusan siswa di Pati, Jawa Tengah, dan puluhan siswa serta guru di Madiun, Jawa Timur, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG.
Di Kabupaten Pati, sedikitnya 231 siswa mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual, mulas, diare, dan gangguan pencernaan. Para siswa tersebut menyantap makanan MBG pada Selasa, 8 September 2026, kemudian mulai merasakan keluhan pada malam hari hingga Rabu, 9 September 2026.
Data sementara dari pemerintah daerah menunjukkan para siswa yang terdampak berasal dari sejumlah sekolah di Kecamatan Gembong dan wilayah sekitarnya. Dua sekolah dengan jumlah siswa terdampak paling banyak yakni MTsN 3 Pati dengan 127 siswa dan SMPN 1 Gembong sebanyak 103 siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, membenarkan adanya dua lokasi sekolah yang melaporkan dugaan keracunan tersebut.
Baca Juga
"Lokasi ada 2 sekolah. MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo.
Luky menjelaskan bahwa laporan pertama mengenai kondisi tersebut masuk sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, pihaknya masih menyebut kejadian itu sebagai dugaan keracunan karena proses penanganan dan pemeriksaan masih berlangsung.
"Kami mendapatkan laporan sekira jam 09.00 WIB, informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan," jelasnya.
Puluhan Siswa dan Guru di Madiun Jalani Perawatan
Sementara itu, dugaan keracunan makanan MBG juga terjadi di SDN 2 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur. Sebanyak 30 siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Rabu, 9 September 2026.
Para korban mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi menu sate udang dan tahu bulat. Bahkan, seorang guru dilaporkan sempat tidak sadarkan diri dalam kejadian tersebut.
Baca Juga
Petugas kemudian membawa para korban secara bertahap ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Sebagian korban mendapat perawatan di Puskesmas Sukosari, sementara beberapa lainnya dirujuk ke RSUD Kota Madiun atau RSUD Sogaten.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun langsung melakukan penanganan terhadap dugaan keracunan yang terjadi di SDN 2 Kanigoro. Petugas surveilans juga mengambil sampel makanan dari menu MBG untuk dikirim ke laboratorium di Surabaya.
Katimja Surveilans Immunisasi dan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun, Tri Wahyuning Novitasari, mengatakan sebanyak 30 siswa dan guru merasakan pusing serta mual dan kemudian mendapatkan perawatan.
"Jadi intinya kami masih berproses. Yang jelas, kami tadi dapat info ada dugaan keracunan makanan di SDN Kanigoro 2. Dan untuk para siswa dan guru yang terdampak sudah kami tangani," kata Vita sapaan akrabnya, Rabu (9/9/2026).
"Sudah ada beberapa yang dilayani di Puskesmas Sukosari, dan ada juga beberapa yang kami rujuk untuk mendapatkan penanganan di RSUD Kota Madiun," lanjutnya.