Nasional . 09/09/2026, 07:02 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kantor SAR Banten masih memverifikasi informasi mengenai kemungkinan kapal yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, berada di sekitar Pulau Sebesi, Lampung.
Informasi tersebut muncul di tengah pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda setelah bertolak dari Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto menegaskan keberadaan rombongan di Pulau Sebesi belum dapat dipastikan. Tim SAR Banten juga telah berkoordinasi dengan Kantor SAR Lampung untuk mengecek informasi tersebut.
“Untuk informasi sedang kita cross-check kebenarannya karena kita juga belum memastikan. Sampai saat ini kita juga sudah mengkoordinasikan dengan pihak Kantor SAR Lampung dan untuk informasi tersebut belum ada kebenarannya,” kata Rizky dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa 8 September 2026.
Karena itu, tim SAR tidak hanya memusatkan pencarian di lokasi terakhir kapal diketahui. Kemungkinan kapal telah bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau Posko SAR gabungan juga ikut ditelusuri.
Rizky mengatakan koordinasi dengan berbagai instansi dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.
“Ya, ada beberapa, tapi nanti kita coba hitung berapa yang ada kemungkinan-kemungkinan pasti terjadi,” ujar dia.
Basarnas juga akan melibatkan nelayan setempat untuk membantu memperluas jangkauan pencarian. Nelayan di wilayah sekitar akan diberikan informasi terkait kapal dan rombongan yang masih dalam pencarian.
“Ya, pastinya seperti itu. Kita juga akan menyebarkan informasi ke nelayan-nelayan yang nantinya bisa menjadi tambahan kekuatan untuk kami tim SAR gabungan melakukan pencarian,” kata Rizky.
Pencarian Terkendala Cuaca dan Abu Vulkanik
Pada Selasa 8 September 2026, tim SAR melakukan penyisiran menggunakan dua kapal cepat, Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Kantor SAR Lampung.
Namun, operasi menghadapi sejumlah kendala. Kondisi angin yang mencapai sekitar 10 knot, gelombang hingga dua meter, jarak pandang terbatas, serta sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat proses pencarian tidak berjalan optimal.
“Untuk tantangan, ya untuk angin cukup kencang, kemudian gelombang juga kurang bersahabat,” kata dia.
KN SAR Tetuka sebelumnya masih melakukan penyisiran hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah itu, kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon karena kondisi dinilai tidak lagi mendukung pencarian secara efektif dan aman pada malam hari.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media