Pendidikan . 09/09/2026, 18:49 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
Siswa Indonesia Peduli Lingkungan
PISA 2025 turut memasukkan isu lingkungan dalam kerangka asesmen sains. Hasilnya menunjukkan tingkat kepedulian siswa Indonesia terhadap persoalan lingkungan cukup tinggi.
Sebanyak 92 persen siswa Indonesia menyatakan percaya bahwa mereka dapat memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan. Sebanyak 94 persen meyakini tindakan bersama dapat membantu menyelesaikan persoalan lingkungan.
Sementara itu, 90 persen siswa menyatakan mengetahui cara bekerja sama dengan orang lain untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Ketertarikan untuk terlibat dalam upaya perlindungan lingkungan juga tergolong tinggi. Sebanyak 92 persen siswa Indonesia mengaku cukup atau sangat tertarik berkontribusi dalam menjaga lingkungan melalui pekerjaan yang mereka jalani pada masa depan.
Rasa Ingin Tahu Siswa Meningkat
Aspek lain yang mendapat perhatian dalam PISA 2025 adalah rasa ingin tahu siswa. Sebanyak 80 persen pelajar Indonesia menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa mereka memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagai hal.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara OECD yang berada di angka 73 persen.
Dibandingkan hasil PISA 2022, proporsi siswa Indonesia yang mengaku memiliki rasa ingin tahu terhadap beragam hal juga meningkat 7,3 poin persentase.
Empat Strategi Pendidikan
Kemendikdasmen akan menggunakan hasil PISA 2025 sebagai salah satu bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan pendidikan nasional.
Pemerintah menyiapkan empat fokus utama, yakni peningkatan kompetensi guru, perbaikan kualitas proses pembelajaran, penyelarasan kerangka asesmen pendidikan nasional dengan kompetensi yang diukur PISA, serta peningkatan keterlibatan keluarga dan orang tua dalam proses belajar.
Kemendikdasmen juga terus menyediakan platform pembelajaran dan asesmen yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa secara mandiri.
Penguatan pembelajaran mendalam, digitalisasi pendidikan, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, serta pembentukan karakter peserta didik menjadi bagian dari langkah lanjutan pemerintah.
Di sisi tenaga pendidik, peningkatan kualitas guru dilakukan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemerintah juga mendorong penguatan kompetensi pedagogik dan kemampuan digital guru, termasuk penguasaan bidang koding dan kecerdasan artifisial.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media