Politik . 09/09/2026, 19:50 WIB

Tepis Tudingan Niat Nyapres 2029, Demokrat Tegaskan Pidato AHY Murni Ingatkan Amanah Rakyat

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Partai Demokrat membantah anggapan bahwa Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah mempersiapkan diri untuk maju dalam Pilpres 2029. Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, menegaskan pidato AHY mengenai kekuasaan yang bukan milik seseorang untuk selamanya tidak berkaitan dengan agenda Pilpres 2029.

"Demokrat menegaskan pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029," ujar Herzaky, Senin, 7 September 2026.

Menurut Herzaky, AHY dalam berbagai pidato politiknya lebih banyak membahas gagasan dan persoalan besar yang menyangkut kehidupan bangsa. Ia menyebut topik yang dibicarakan AHY mencakup masa depan Indonesia, nasib rakyat, pemikiran besar, serta kemashalatan orang banyak.

Herzaky kemudian menjelaskan konteks pernyataan AHY mengenai kekuasaan. Menurut dia, AHY ingin menyampaikan bahwa tidak ada seseorang yang memegang kekuasaan untuk selamanya karena kekuasaan merupakan amanah rakyat dan memiliki batas waktu.

"Nah, kita perlu membaca kalimat-kalimat lanjutannya untuk bisa memahami konteksnya," ucapnya.

AHY Ingatkan Kader Demokrat soal Batas Kekuasaan

Herzaky mengatakan AHY juga mengingatkan para kader bahwa kekuasaan dapat datang dan pergi, sementara setiap jabatan memiliki waktunya sendiri. Selain itu, pemilu juga berjalan dalam sebuah siklus, tetapi tanggung jawab terhadap rakyat tidak pernah berhenti.

"Di sinilah poin utamanya," kata Herzaky.

Dalam pidatonya, AHY juga mengajak kader Partai Demokrat memahami kembali perjalanan partai selama 25 tahun. Herzaky mengatakan AHY meminta kader melakukan refleksi sekaligus introspeksi terhadap perjalanan Demokrat, termasuk ketika partai pernah berada di pemerintahan maupun di luar kekuasaan.

"Beliau menegaskan dalam kalimat selanjutnya. Dua puluh lima tahun pertama adalah sejarah. Dua puluh lima tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita. Kita pernah di pemerintahaan, di kekuasaan, dan kita pernah berada di luar kekuasaan," bebernya.

Herzaky kemudian menyampaikan pesan AHY kepada kader Demokrat yang berada di pemerintahan. Menurut dia, kekuasaan harus digunakan untuk melayani masyarakat dan tidak sekadar menjadi sarana untuk mengejar kepentingan politik.

"Beliau (AHY) menegaskan kepada seluruh kader Demokrat, untuk jangan hanya hadir ketika kita membutuhkan suara rakyat. Hadirlah ketika rakyat membutuhkan kerja kita. Jangan ukur perjuangan hanya dari berapa kursi yang kita menangkan. Ukur juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil kita perbaiki," sambung Herzaky.

Demokrat Nilai Anggapan AHY Bersiap Nyapres Keliru

Berdasarkan penjelasan tersebut, Herzaky menilai pihak-pihak yang menganggap AHY sedang sibuk mempersiapkan pencalonan sebagai calon presiden pada 2029 telah keliru memahami isi pidato tersebut. Ia menegaskan pernyataan mengenai batas kekuasaan tidak bisa langsung dikaitkan dengan persiapan menghadapi Pilpres 2029.

"Jadi, keliru betul kalau statement kekuasaan ada batasnya, malah diartikan Ketum AHY membahas Pilpres 2029, dan malah dianggap sudah sibuk serta bersiap diri nyapres," imbuhnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com