Nasional . 10/09/2026, 19:13 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mengalami keluhan mual dan diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Kabupaten Pati kemudian menetapkan kejadian tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Penetapan KLB tersebut bertujuan memastikan para siswa yang mengalami dugaan keracunan mendapat penanganan secara maksimal. Hingga kini, laporan dugaan keracunan MBG mencakup tiga sekolah di wilayah tersebut.
Dilaporkan pula, sebanyak 103 siswa dan 13 guru di SMP Negeri 1 Gembong mengalami mual dan diare. Sementara itu, di MTs Negeri 3 Pati terdapat 127 siswa dan 30 guru yang mengalami keluhan serupa setelah menyantap menu MBG.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pemerintah daerah menetapkan kasus tersebut sebagai KLB karena jumlah korban mencapai ratusan orang dan menyangkut keselamatan mereka.
"Karena menyangkut keselamatan korban dan (jumlah penderita ratusan) kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB)," ujar Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Kamis, 10 September 2026.
Chandra juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah dapat menggunakan belanja tidak terduga untuk membiayai penanganan dalam kondisi darurat. Menurut dia, langkah tersebut berkaitan dengan upaya menangani korban sekaligus merespons kasus yang masuk kategori KLB.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau," ujarnya.
Selain memastikan penanganan korban, Chandra mengatakan Pemkab Pati masih melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga akan mengawal proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
"Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi," jelas Chandra.
Atas kejadian dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa tersebut, Chandra menyampaikan permintaan maaf. Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," ujar Chandra.
Berdasarkan data yang diterima Chandra pada Kamis pagi, sejumlah korban dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap. Mereka mendapatkan perawatan di RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media