Nasional . 10/09/2026, 21:52 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera yang mencapai total 1.179 titik hingga Kamis sore, 10 September 2026. Peningkatan ini memicu kekhawatiran meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi wilayah yang kian mengering.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Sumatera, disusul oleh Bangka Belitung dan Riau.
"Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan mencatatkan jumlah hotspot paling drastis, yakni mencapai 721 titik. Disusul oleh Bangka Belitung dengan 124 titik dan Riau sebanyak 123 titik," ujar Prakirawan BMKG Pekanbaru, Mari Frystine.
Sebaran hotspot lainnya tercatat berada di Lampung (90 titik), Jambi (89 titik), Kepulauan Riau (22 titik), Sumatera Utara (5 titik), Sumatera Barat (4 titik), dan Bengkulu (1 titik). Khusus di Riau, sebaran titik panas mendominasi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 100 titik.
Maraknya titik panas tersebut mulai berdampak langsung terhadap kemunculan fenomena kabut asap dan penurunan jarak pandang (visibility) di kawasan Riau.
"Jarak pandang di Pekanbaru, Rengat, dan Pelalawan tercatat menurun hingga tersisa 5 kilometer akibat tertutup asap. Wilayah Tambang bahkan mengalami penurunan jarak pandang yang lebih rendah, yakni tersisa 4 kilometer," tambah Mari.
Masyarakat dan instansi terkait diimbau meningkatkan kesiapsiagaan serta pengawasan guna mencegah potensi memburuknya kualitas udara dan kebakaran lahan yang lebih luas.
Abdullah Sani/Disway Riau
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media