Nasional . 10/09/2026, 21:41 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Sebuah life jacket atau rompi pelampung tanpa identitas ditemukan oleh Tim SAR Gabungan yang tengah mencari lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda, Kamis, 10 September 2026. Pelampung itu ditemukan di perairan barat Anyer.
Menurut Komandan Lanal (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, pihaknya belum bisa memastikan kalau pelampung tersebut adalah bagian dari perlengkapan keselamatan speed boat yang ditumpangi 5 jurnalis dan saat ini sedang dalam pencarian.
Pasalnya, pihaknya masih melakukan penyisiran intensif dan pendalaman terkait temuan sejumlah barang di perairan barat Anyer tersebut.
"Untuk temuan tim KAL Anyer saat ini masih akan dilaksanakan identifikasi terlebih dahulu. Jadi, untuk kejelasannya mohon dari rekan-rekan menunggu, mengingat posisinya penemuan tersebut cukup jauh dari lokasi kejadian," katanya.
Petugas di lapangan juga mendapati benda serupa botol atau tabung yang biasa nelayan lokal gunakan, selain rompi pelampung tersebut.
"Di lokasi yang ditemukan itu baru satu buah life jacket tanpa identitas dan satu buah botol tabung putih yang sepertinya hal itu masih umum digunakan oleh nelayan. Jadi, kita tidak bisa langsung mendeklarasikan bahwa itu barang-barang yang berkaitan dengan korban," katanya.
Sisi barat wilayah Anyer dengan jarak sekitar 7,05 nautical mile di perairan menjadi lokasi ditemukannya life jacket tersebut, sementara jarak lokasi penemuan dari titik kontak terakhir (last known position) berkisar 10 hingga 12 nautical mile.
Posko utama akan mengumpulkan seluruh barang temuan di lapangan terlebih dahulu untuk melewati proses identifikasi menyeluruh demi mencegah munculnya spekulasi serta kabar yang keliru di masyarakat.
"Kepastiannya kita akan kumpulkan seluruh temuan dari rekan-rekan di lapangan di posko untuk identifikasi terlebih dahulu, sebelum kita merilis apakah itu benar temuan berkaitan barang milik korban atau bukan. Jadi, kita tidak akan membuat statement yang memicu keraguan atau spekulasi yang bersifat liar," ujarnya.
Lanal Banten juga berniat mencocokkan serta mengonfirmasi karakteristik barang bukti yang ditemukan dengan pihak penyewa kapal untuk memastikan kepemilikannya.
Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa pemantauan lewat udara pada Kamis terkait jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih nihil.
"Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat. Tapi hasil operasi hari ini tentunya dari laporan enam sektor yang ada di lapangan dan itu nanti akan dilaporkan ke posko gabungan," katanya.
Melalui pemantauan langsung memakai sarana penerbangan di udara, Basarnas mengaku belum menyaksikan langsung tanda-tanda keberadaan korban pada daratan pulau di sekeliling Gunung Anak Krakatau.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media