Hukum dan Kriminal . 11/09/2026, 09:56 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Asep Setiawan alias Abah Setu setelah pernyataannya terkait Nabi Muhammad SAW memicu reaksi masyarakat.
Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof Mahmud mengatakan pihaknya menilai pernyataan Abah Setu dalam persoalan tersebut tidak dapat dibenarkan.
"Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syariat dari kacamata hakekat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof Mahmud di Cikarang, Kamis 10 September 2026.
Meski demikian, Mahmud mengapresiasi sikap Abah Setu yang telah mengakui kekeliruannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada ulama serta masyarakat.
Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang bergerak cepat dengan memfasilitasi proses mediasi untuk meredam persoalan yang dinilai sensitif tersebut.
"Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan," katanya.
MUI Akan Lakukan Pembinaan
Mahmud menyebut pengawasan dan pembinaan akan dilakukan terhadap Abah Setu maupun majelis taklim yang dipimpinnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Menurut Mahmud, persoalan yang berkaitan dengan agama memiliki tingkat sensitivitas tinggi dan dapat dengan cepat memicu reaksi di tengah masyarakat.
Sebelumnya, sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam Bekasi yang dipimpin Asep Setiawan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (7/9) malam.
Kedatangan warga dipicu pernyataan Asep terkait Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya disampaikan melalui siaran langsung di salah satu platform media sosial.
Pernyataan tersebut dinilai menyinggung masyarakat karena diduga mendiskreditkan Nabi Muhammad SAW. Rekaman siaran langsung itu kemudian menyebar luas di media sosial.
Abah Setu Minta Maaf
Abah Setu kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam dalam proses mediasi yang digelar di Mapolres Metro Bekasi pada Kamis.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media