Ekonomi . 11/09/2026, 18:50 WIB

Purbaya Tegaskan Anggaran Rekening Massal Tak Sampai Rp11 Triliun

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran untuk program pembukaan rekening bank secara massal bagi masyarakat. Nominal Rp11 triliun yang sebelumnya disebut untuk program tersebut dipastikan belum menjadi angka final.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bahkan memperkirakan anggaran yang diperlukan tidak akan mencapai Rp11 triliun. Ia menyebut nominal tersebut masih sebatas estimasi awal yang belum melalui penghitungan secara terperinci.

"belum Rp11 triliun, ini anggarannya pasti belum dihitung," ucap Purbaya, dikutip Jumat, 11 September 2026.

Program pembukaan rekening tersebut sebelumnya dirancang untuk menjangkau lebih dari 200 juta penduduk Indonesia. Setiap rekening yang dibuka nantinya direncanakan memperoleh saldo awal sebesar Rp50 ribu.

Namun, menurut Purbaya, pemerintah masih perlu memetakan kembali jumlah masyarakat yang benar-benar membutuhkan rekening baru. Sebab, sebagian warga telah memiliki rekening perbankan.

"Kan yang sudah punya mungkin juga nggak dibukain kan. Kita lihat seperti apa. Saya belum tahu detailnya," ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah disebut memiliki dana cadangan yang dapat dimanfaatkan untuk menopang pelaksanaan program tersebut. Meski demikian, Purbaya kembali menegaskan kebutuhan anggarannya diyakini berada di bawah angka Rp11 triliun.

"Ada dana cadangan kita yang bisa dipakai. Tapi saya yakin nggak akan sampai Rp11 triliun," jelasnya.

Purbaya juga meluruskan bahwa dalam rapat bersama Presiden di Istana tidak pernah ditetapkan angka Rp11 triliun sebagai anggaran final. Menurutnya, angka tersebut kemungkinan berasal dari perhitungan awal untuk mendapatkan gambaran kebutuhan dana.

"Waktu rapat di Istana itu sama Pak Presiden nggak keluar angka segitu. Itu mungkin masih hitungan kasar. Nanti kita lihat seperti apa," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memang menyampaikan estimasi kebutuhan dana sekitar Rp11 triliun untuk program tersebut.

Airlangga mengatakan pembiayaan program berasal dari APBN dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk. Perhitungan tersebut dikaitkan dengan pemberian saldo awal bagi rekening yang dibuka.

"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dolar AS) atau sekitar Rp11 T lah," jelas Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Dengan demikian, pemerintah masih melakukan penghitungan untuk menentukan besaran anggaran yang sebenarnya. Jumlah rekening yang akan dibuka juga menjadi salah satu faktor yang menentukan total kebutuhan dana program tersebut.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com