Nasional . 12/09/2026, 22:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi dan Nasional (DTSEN) mulai menunjukkan dampak terhadap penyaluran bantuan sosial atau bansos di Indonesia.
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sekitar 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru masuk dalam daftar penerima bansos setelah pemerintah menggunakan basis data tersebut.
Tambahan jutaan penerima ini menjadi salah satu hasil dari proses pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat.
Pemerintah sebelumnya terus berupaya memperbaiki basis data penerima bantuan agar program perlindungan sosial bisa diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kementerian Andy Kurniawan mengatakan pemutakhiran DTSEN diperlukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat tidak selalu sama.
"Data yang sudah tercatat sebelumnya bisa berubah akibat perpindahan tempat tinggal, perubahan kondisi ekonomi keluarga, hingga berbagai kondisi lainnya," kata Andy.
4,3 Juta KPM Baru Masuk Data Penerima Bansos
Andy menjelaskan penggunaan DTSEN memberikan basis yang lebih luas bagi pemerintah dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat.
"Salah satu hasilnya adalah ditemukannya masyarakat yang sebelumnya belum masuk sebagai penerima bantuan social," ujarnya.
Menurut Andy, sekitar 4,3 juta KPM yang sebelumnya belum mendapatkan bansos kini masuk dalam daftar penerima setelah pemerintah menggunakan pendekatan desil.
"Hal ini menunjukkan bahwa pemutakhiran data memiliki peran penting dalam menentukan siapa yang berhak mendapatkan bantuan," katanya.
Dengan data yang terus diperbarui, pemerintah dapat memiliki gambaran yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat terkini.
Namun, proses tersebut tidak berhenti hanya dengan memasukkan penerima baru. Pemerintah juga harus memastikan data penerima tetap akurat sehingga bantuan tidak salah sasaran.
DTSEN Terus Dimutakhirkan
Kemensos menegaskan bahwa DTSEN bukan data yang bersifat statis. Basis data tersebut perlu terus diperbarui untuk menyesuaikan perubahan kondisi masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media