Nasional . 13/09/2026, 19:55 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Suasana malam di Kapal Virgo Transport 8 mendadak berubah menjadi kepanikan. Saat sebagian penumpang tengah terlelap, kapal tiba-tiba miring ke kiri dengan sangat cepat hingga akhirnya tenggelam di perairan Laut Jawa.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu dinihari 13 September 2026, sekitar pukul 01.20 Wita. Tidak ada alarm maupun pemberitahuan sebelumnya yang diterima penumpang mengenai kondisi kapal.
Ahmad Saudi, salah satu penumpang yang berhasil selamat, mengaku sedang tidur di sofa ketika mendengar seorang penumpang berlari sambil memberi tahu bahwa kapal mulai miring.
Ia langsung terbangun dan berdiri untuk memastikan kondisi tersebut. Saat melihat kapal memang sudah dalam posisi miring, Ahmad spontan berlari menuju bagian bawah kapal untuk mencari jalan menyelamatkan diri.
“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di ruangan pelayanan kesehatan darurat bagi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam.
Kapal Makin Miring, Ahmad Berpegangan pada Tiang
Situasi semakin mencekam ketika kemiringan kapal terus bertambah. Ahmad kemudian mencari pegangan dan bertahan pada tiang yang berada di dekat jendela.
Ia tetap berpegangan ketika badan kapal terus bergerak miring. Setelah kapal semakin condong, Ahmad berusaha bergerak menuju bagian atas sembari menunggu kapal benar-benar tenggelam.
“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.
Setelah kapal semakin tenggelam, Ahmad kemudian menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan diri. Ia bersama penumpang lain harus bertahan di tengah laut yang masih gelap sebelum akhirnya ditemukan dan ditolong kapal lain.
Menurut Ahmad, terdapat 15 orang di dalam perahu karet yang ditumpanginya. Seluruhnya berhasil dipindahkan ke kapal penolong.
“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.
Tiga Jam Dihantam Ombak
Perjuangan Ahmad dan para penumpang belum selesai setelah berhasil keluar dari kapal. Selama berada di perahu karet, mereka harus menghadapi kondisi laut yang cukup berat.
Angin kencang dan gelombang tinggi terus menghantam perahu karet selama kurang lebih tiga jam sembari mereka menunggu pertolongan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media