DPR Soroti Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Ratusan Korban Dicari
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai pengawasan terhadap keselamatan pelayaran masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Pernyataan itu disampaikan setelah kecelakaan KMP Virgo Transport 8 terjadi di wilayah perairan Laut Jawa.
fin.co.id - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai pengawasan terhadap keselamatan pelayaran masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Pernyataan itu disampaikan setelah kecelakaan KMP Virgo Transport 8 terjadi di wilayah perairan Laut Jawa.
Menurut Lasarus, kecelakaan kapal yang terjadi dalam waktu berdekatan menjadi tanda bahwa masih ada celah dalam sistem pengawasan transportasi laut. Ia pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal dan penumpang.
“Ini kejadian yang kesekian kalinya dalam rentang waktu yang cukup pendek. Saya melihat ya, kami dari Komisi V, sepertinya masif sekali ini kejadian kecelakaan kapal dan ini masih ada ratusan korbannya yang belum ditemukan,” kata Lasarus, Senin, 14 September 2026
Ia turut menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut serta mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
Baca Juga
Lasarus meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan tetap memaksimalkan upaya pencarian terhadap para korban yang sampai sekarang belum ditemukan.
Ia mengingatkan bahwa Komisi V DPR RI sebelumnya telah membahas persoalan pengawasan keselamatan pelayaran dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan. Menurutnya, kecelakaan kapal seharusnya bisa diminimalkan apabila pemeriksaan terhadap kondisi dan kelayakan kapal dijalankan secara ketat.
“Kembali lagi, kami dari Komisi yang menyoroti apa yang pernah kami sampaikan dalam rapat beberapa waktu yang lalu. Ini adalah rangkaian dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut,” ujarnya.
Lasarus kemudian mempertanyakan bagaimana proses pemeriksaan terhadap KMP Virgo Transport 8 sebelum kapal tersebut dinyatakan memenuhi syarat untuk berlayar.
“Kalau memang kapal ini layak berlayar, pasti ini tidak mungkin terjadi,” katanya.
Tak hanya mengenai pengawasan, Lasarus juga menyebut adanya informasi awal terkait tidak berfungsinya alarm saat kapal mulai tenggelam. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih harus dipastikan kebenarannya melalui proses verifikasi.
Baca Juga
“Kemudian juga kami dapat informasi sementara ini ya, nanti kita akan verifikasi, bahwa ketika kapal ini akan tenggelam, ini tidak ada alarm sama sekali,” ujar Lasarus.
Ia menduga proses tenggelamnya kapal berlangsung dalam waktu singkat sehingga para penumpang kemungkinan tidak memperoleh peringatan yang memadai dari pihak operator.
“Kejadiannya begitu cepat, ya, dan tidak ada peringatan apa pun dari operator kapal terhadap seluruh penumpang yang ada di dalamnya sampai kapal ini tenggelam,” ungkapnya.
Lasarus berharap pencarian oleh tim gabungan segera membuahkan hasil. Ia terutama berharap masih ada penumpang yang ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat segera dievakuasi.
“Sehingga, ini ya mudah-mudahan saja kita berharap ada banyak korban selamat yang ditemukan,” ucapnya.