Politik

Habiburokhman Desak Polda Metro Bongkar Dalang Kericuhan 27 Agustus

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Polda Metro Jaya tidak berhenti pada pengungkapan dugaan eksploitasi anak dalam kericuhan unjuk rasa 27 Agustus 2026.

Habiburokhman Desak Polda Metro Bongkar Dalang Kericuhan 27 Agustus
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menilai era pemerintahaan saat ini lebih demokratis dibanding sebelumnya.

fin.co.id - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Polda Metro Jaya tidak berhenti pada pengungkapan dugaan eksploitasi anak dalam kericuhan unjuk rasa 27 Agustus 2026. Ia mendorong polisi turut mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang hingga penyandang dana di balik kerusuhan tersebut.

Habiburokhman menyampaikan dukungan terhadap penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana eksploitasi anak dalam aksi demonstrasi yang kemudian berujung ricuh.

Menurutnya, dugaan tersebut merupakan persoalan serius sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh. Aparat, kata dia, perlu menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik pengerahan maupun terjadinya kerusuhan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada jajaran Polda Metro Jaya atas keberhasilannya mengungkap dugaan tindak pidana eksploitasi di balik kericuhan unjuk rasa,” kata Habiburokhman, Senin, 14 September 2026.

Ia menilai, melibatkan anak dalam aksi demonstrasi dapat menimbulkan persoalan hukum sekaligus bertentangan dengan nilai demokrasi. Anak, menurutnya, tidak semestinya dijadikan bagian dari kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

Habiburokhman juga mengingatkan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat yang seharusnya dilaksanakan secara tertib dan damai. Karena itu, aksi unjuk rasa tidak boleh dimanfaatkan untuk menciptakan kekacauan.

Atas dasar tersebut, ia meminta polisi memperdalam penyelidikan untuk mengetahui motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan kericuhan pada 27 Agustus 2026.

“Penyelidikan mendalam perlu terus dilanjutkan untuk membongkar motif utama di balik aksi kerusuhan tersebut, termasuk menelusuri secara tuntas keterlibatan pihak-pihak tertentu sebagai dalang atau penyandang dana,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Menurut Habiburokhman, proses hukum seharusnya tidak hanya menyasar orang-orang yang berada di lokasi kerusuhan. Jika terdapat bukti pidana, aparat perlu menelusuri pihak yang diduga terlibat dalam perencanaan, pengorganisasian hingga pembiayaan aksi tersebut.

Ia meminta siapa pun yang nantinya terbukti melakukan tindak pidana diproses berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Penindakan tersebut dinilai penting untuk memastikan proses hukum berjalan secara bertanggung jawab sekaligus menjadi langkah pencegahan agar kerusuhan serupa tidak kembali terjadi.

Di tengah proses penyidikan, Habiburokhman turut mengingatkan aparat agar memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan anak. Ia menilai anak merupakan kelompok yang rentan sehingga harus dijauhkan dari aktivitas yang dapat mengancam keselamatan maupun masa depan mereka.

Selain dugaan eksploitasi anak, ia meminta polisi mengusut berbagai dugaan kekerasan yang terjadi dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kejadian di kawasan Pejompongan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Menurut Habiburokhman, penyelidikan secara menyeluruh dibutuhkan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara terang. Dengan begitu, pihak-pihak yang terlibat serta motif di balik kericuhan dapat diketahui berdasarkan bukti dan fakta hukum.

“Penegakan hukum tidak hanya perlu diarahkan pada dugaan eksploitasi anak, tetapi juga harus memastikan setiap dugaan tindak kekerasan yang mengakibatkan korban luka maupun meninggal dunia ditangani secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta hukum,” pungkasnya.

Anisha Aprilia/Disway

Berita Terkait