Hukum dan Kriminal

Kronologi Serda Ahmad Muzzamil Farisa Tewas Dianiaya Senior, Berawal dari Telepon yang Diputus

Peristiwa tersebut bermula dari persoalan komunikasi antara salah satu tersangka, Serda MTS, dengan juniornya, Serda RP.

Kronologi Serda Ahmad Muzzamil Farisa Tewas Dianiaya Senior, Berawal dari Telepon yang Diputus
Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF)

fin.co.id - Kasus meninggalnya Serda Ahmad Muzzamil Farisa (AMF) setelah dianiaya sejumlah seniornya di lingkungan TNI Angkatan Udara (TNI AU) memasuki tahap penyidikan.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Danpuspomau) Marsekal Muda TNI Daan Sulfi mengungkap kronologi penganiayaan yang berujung pada kematian Serda AMF.

Peristiwa tersebut bermula dari persoalan komunikasi antara salah satu tersangka, Serda MTS, dengan juniornya, Serda RP.

Daan menjelaskan, MTS menelepon RP pada Selasa, 8 September. Namun, di tengah percakapan, RP tiba-tiba memutus sambungan telepon secara sepihak. Tindakan itu membuat MTS tersinggung.

Keesokan harinya, Rabu, 9 September, MTS meminta RP datang bersama dua rekannya satu angkatan, yakni AMF dan ZN.

Ketiganya diminta menemui MTS di Mess Galaksi Dinas Psikologi TNI AU, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pertemuan itu disebut sebagai bagian dari upaya memberikan nasihat sekaligus tindakan "pembinaan" kepada ketiganya karena dianggap tidak menunjukkan sikap sopan terhadap senior.

MTS tidak datang seorang diri. Ia mengajak tiga rekannya sesama senior, yakni JM, MAD, dan AH.

“Para tersangka menilai konsekuensinya kalau misalkan jadi senior ya harus bertanggung jawab. ‘Ini adalah peringatan dari saya,’ kata seniornya. Tapi peringatan itu malah dilakukan penganiayaan,” kata Daan dalam konferensi pers di Markas Puspomau, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu 16 September 2026.

RP Diminta Push-up dan Sit-up

Saat pertemuan berlangsung, MTS memberikan sejumlah hukuman fisik kepada RP. Ia diminta melakukan push-up dan sit-up masing-masing sebanyak 100 kali.

Di waktu yang sama, ZN juga menjadi sasaran penganiayaan.

Namun, perlakuan paling berat dialami AMF. Daan menyebut AMF menjadi korban penganiayaan paling berat karena dianggap sebagai personel paling senior di antara RP dan ZN.

AMF kemudian dipukul oleh JM sebanyak tiga kali pada bagian dada.

“Pukulan pertama, kemudian pukulan kedua, ketiganya mungkin lebih keras lagi dan dia mengakibatkan si korban ini terjatuh,” jelas Daan.

Berita Terkait