Megapolitan

Satu Jam Matikan Lampu, Jakarta Hemat Listrik 92,79 MWh

Pemadaman lampu serentak berlangsung pada Sabtu 19 September 2026 mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

Satu Jam Matikan Lampu, Jakarta Hemat Listrik 92,79 MWh
Kota Jakarta

fin.co.id - Aksi pemadaman lampu selama satu jam dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia memberikan dampak terhadap penghematan energi di DKI Jakarta. Berdasarkan rekapitulasi PLN UID Jakarta Raya, kegiatan tersebut berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 74,23 ton CO₂e.

Pemadaman lampu serentak berlangsung pada Sabtu 19 September 2026 mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Selain menekan emisi karbon, kegiatan tersebut juga menghasilkan penghematan listrik sebesar 92,79 megawatt-jam (MWh).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, gerakan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana.

"Aksi satu jam ini mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi dalam keterangan persnya pada Minggu.

Berdasarkan data PLN, penghematan listrik dari aksi tersebut setara dengan penghematan biaya sebesar Rp134.271.696.

Capaian penghematan energi kali ini juga meningkat 23,42 persen dibandingkan aksi serupa dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup pada 13 Juni 2026. Saat itu, pemadaman lampu menghasilkan penghematan listrik sebesar 75,18 MWh.

Dudi menilai hasil tersebut dapat menjadi dorongan untuk membangun kebiasaan hemat energi secara konsisten. Menurutnya, masyarakat dapat mengambil peran dalam mengurangi konsumsi listrik sekaligus emisi karbon.

Penggunaan listrik secara bijak, kata dia, dapat diterapkan di berbagai tempat, mulai dari rumah, kantor hingga tempat usaha.

"Mematikan lampu yang tidak diperlukan dan menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan merupakan langkah sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Jika dijalankan secara konsisten, manfaatnya dapat terus bertambah," katanya.

Dudi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pengelola gedung, pelaku usaha, serta berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam aksi pemadaman lampu tersebut.

Ia berharap kesadaran untuk menghemat energi dan menekan emisi karbon terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan serupa.

Masyarakat juga diimbau memanfaatkan cahaya alami pada siang hari dan mematikan lampu di ruangan yang tidak digunakan. Penggunaan pendingin ruangan serta perangkat elektronik juga dianjurkan dihentikan setelah tidak lagi diperlukan.

Sementara itu, pengelola gedung dan tempat usaha didorong menyesuaikan penggunaan listrik dengan kebutuhan serta jam operasional, tanpa mengabaikan aspek kenyamanan dan keselamatan. *

Berita Terkait