Pemprov DKI Gandeng Danantara Demi Proyek Jumbo LRT Jakarta!
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi membuka pintu bagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk turut serta membiayai ekspansi jaringan LRT Jakarta, khususnya pada segmen lanjutan dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi membuka pintu bagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk turut serta membiayai ekspansi jaringan LRT Jakarta, khususnya pada segmen lanjutan dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa langkah kolaborasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memposisikan ibu kota sebagai aset penting bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Kan disampaikan oleh Bapak Presiden juga, Jakarta bukan hanya milik Jakarta, Jakarta milik Indonesia. Nah, mungkin dalam momen itu, kesempatan itu, kita mengajak Danantara lah sebagai BUMN yang sekarang melebur menjadi satu kekuatan besar,” kata Rano di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Bang Doel, sapaan akrab Rano Karno, pemda saat ini tengah menggodok sejumlah agenda percepatan pembangunan moda raya terpadu tersebut. Prioritas utama yang tengah dibidik adalah menyambungkan jalur dari Stasiun Manggarai hingga kawasan strategis Dukuh Atas.
Baca Juga
“Karena kita ini punya rencana untuk melanjutkan beberapa LRT. Yang paling terlihat jelas adalah dari Manggarai sampai ke Dukuh Atas,” ujarnya.
Ia optimistis, jika rute krusial sepanjang kurang lebih dua kilometer ini rampung dan tersambung, lonjakan volume penumpang harian bakal terkerek naik secara signifikan. Proyek segmen Manggarai-Dukuh Atas ini sendiri diproyeksikan mulai dikerjakan pada awal 2027 dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp2,7 triliun.
Kendati demikian, peningkatan jumlah pengguna bukanlah satu-satunya tujuan akhir dari megaproyek transportasi ini. Visi jangka panjang Pemprov DKI adalah menjadikan angkutan massal sebagai tulang punggung mobilitas harian warga.
“Sasaran utama kita bukan kepada jumlah penumpangnya, tapi agar transportasi di Jakarta ini betul-betul transportasi umum itu menjadi pilihan masyarakat Jakarta,” tutur Rano.
Integrasi Moda dan Alternatif Pembiayaan
Saat ini, koridor LRT Jakarta telah berhasil menjangkau Stasiun Manggarai lewat rute Kelapa Gading-Manggarai sejauh 12,2 kilometer yang mencakup 11 stasiun aktif. Stasiun Manggarai sendiri kini berfungsi sebagai simpul transportasi raksasa yang mengintegrasikan LRT dengan layanan KRL Commuter Line serta kereta bandara. Kehadiran trayek lanjutan menuju Dukuh Atas kelak diyakini bakal semakin mempermudah mobilitas masyarakat urban tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Baca Juga
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo juga telah menegaskan pentingnya fleksibilitas anggaran dalam merampungkan proyek infrastruktur skala besar. Opsi menggandeng Danantara disiapkan agar roda pembangunan tetap berjalan mulus tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
“Jadi saya sebagai gubernur, sebagai pemimpin Jakarta tentunya harus punya berbagai alternatif pembiayaan untuk penyelesaian LRT di Jakarta ini. Untuk dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, Rp2,7 triliun yang kita akan mulai di tahun 2027 awal ini,” ujar Pramono di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu, 16 September 2026.