DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Murah Beralih ke Saldo Digital
DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan pola subsidi pangan murah melalui saldo digital atau e-Money.
fin.co.id - DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan pola subsidi pangan murah melalui saldo digital atau e-Money. Skema tersebut dapat memberikan keleluasaan bagi masyarakat penerima manfaat untuk memilih kebutuhan pangan sesuai kondisi rumah tangga masing-masing.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ade Suherman. Di sisi lain, kata dia, pemerintah tetap dapat mengatur komoditas yang disubsidi, besaran bantuan, hingga kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
“Subsidi tidak harus selalu berupa paket yang sama,” ucap Ade dalam keterangannya, Jumat, 25 September 2026.
Menurut Ade, subsidi pangan seharusnya tidak hanya mengandalkan operasi pasar ketika terjadi kenaikan harga. Kebijakan tersebut perlu dikembangkan menjadi sistem perlindungan daya beli masyarakat yang lebih berkelanjutan dan tepat sasaran.
Baca Juga
Ia menilai Jakarta membutuhkan pola subsidi pangan yang terstruktur, mudah diakses masyarakat, serta terhubung dengan sistem distribusi pangan.
“Kita apresiasi pangan murah. Tetapi pola intervensinya harus naik kelas,” ujar dia.
Ade mengatakan operasi pasar tetap diperlukan ketika terjadi gejolak harga pangan. Namun, langkah tersebut tidak seharusnya menjadi satu-satunya instrumen pemerintah untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau.
Karena itu, Jakarta dinilai perlu memiliki jaringan akses pangan murah yang dapat berjalan secara berkelanjutan. Infrastruktur distribusi yang dimiliki BUMD pangan juga dapat dimaksimalkan untuk mendekatkan komoditas bersubsidi ke kawasan padat penduduk dan wilayah yang rentan terhadap persoalan pangan.
Selama ini, Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan Program Pangan Bersubsidi dengan melibatkan BUMD pangan serta titik-titik distribusi yang telah ditentukan.
“Jangan setiap harga naik, pemerintah baru bergerak. Kita harus punya sistem yang siap bekerja,” kata Ade.
Baca Juga
Sebagai bahan pembelajaran, Ade menyinggung praktik pemberian subsidi pangan di New York. Menurutnya, penerima program Supplemental Nutrition Assistance Program (SNAP) mendapatkan manfaat pangan melalui kartu elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di berbagai lokasi.
Selain itu, pemerintah kota setempat juga memiliki skema tambahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap buah dan sayuran.
“Bukan untuk meniru mentah-mentah. Kita ambil prinsipnya,” pungkasnya.