Internasional

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, 12 Orang Tewas dan 30 Luka-luka

Dilansir dari aljazeera, serangan terjadi pada Sabtu di Distrik Dera Ismail Khan, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Ledakan terjadi di sebuah pos pemeriksaan yang berada di pinggir jalan kawasan Darazinda.

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, 12 Orang Tewas dan 30 Luka-luka
Ilustrasi bom

Wilayah Dera Ismail Khan juga berada tidak jauh dari South Waziristan, kawasan yang selama lebih dari satu dekade menjadi salah satu pusat aktivitas kelompok bersenjata. Pasukan Pakistan telah berulang kali melakukan operasi militer di kawasan tersebut.

Serangan Bersenjata Meningkat

Pakistan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan serangan kelompok bersenjata. Selain TTP, kelompok separatis Balochistan Liberation Army (BLA) juga kerap dikaitkan dengan serangan di wilayah Pakistan.

Pemerintah Pakistan berulang kali menuduh Taliban Afghanistan membiarkan anggota TTP beroperasi dari wilayah Afghanistan. Islamabad juga mendesak Kabul mengambil tindakan untuk mencegah serangan lintas batas.

Namun, pemerintah Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Sejauh ini, pemerintah Pakistan belum mengumumkan secara resmi langkah yang akan diambil sebagai respons terhadap serangan terbaru.

Serangan Terjadi di Tengah Ketegangan Pakistan-Afghanistan

Serangan bom bunuh diri tersebut terjadi hanya dua hari setelah bentrokan antara Pakistan dan Afghanistan di sepanjang perbatasan barat daya kedua negara.

Pemerintah Pakistan menyebut sedikitnya 13 anggota Taliban Afghanistan tewas dalam pertempuran tersebut. Bentrokan itu menjadi bagian dari eskalasi ketegangan yang kembali meningkat setelah Pakistan melancarkan serangan terhadap lokasi yang disebut sebagai persembunyian kelompok bersenjata di Afghanistan.

Situasi tersebut juga berpotensi mengganggu upaya mediasi yang tengah dilakukan sejumlah negara, termasuk China, Turki, Qatar, dan Arab Saudi.

Negara-negara tersebut sebelumnya berupaya mendorong Pakistan dan Afghanistan mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik serta menciptakan perdamaian yang lebih permanen di antara kedua negara. *

Berita Terkait