Politik

Warga Natuna Diduga Terlibat Konflik di Rusia, Ketua MPR Ingatkan Bahaya Jadi Tentara Bayaran

Ketua MPR Ahmad Muzani mengimbau warga Natuna tak tergiur tawaran menjadi tentara bayaran di luar negeri.

Warga Natuna Diduga Terlibat Konflik di Rusia, Ketua MPR Ingatkan Bahaya Jadi Tentara Bayaran
WNI diimbau tak tergiur tawaran menjadi tentara bayaran di luar negeri.

fin.co.id - Persoalan warga daerah perbatasan menjadi perhatian Ketua MPR RI, Ahmad Muzani saat berada di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu. Salah satu hal yang disorot ialah munculnya informasi mengenai seorang warga Natuna yang diduga berada di Rusia dan terlibat dalam konflik bersenjata.

Pemerintah Kabupaten Natuna masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai aktivitas warga tersebut. Menyusul informasi itu, Muzani mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran pekerjaan sebagai tentara bayaran di luar negeri.

Muzani mengatakan, loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu dijaga, termasuk dengan tidak menerima tawaran pekerjaan yang berkaitan dengan tentara bayaran.

"Iming-iming atau tawaran terhadap pekerjaan, apalagi berkonotasi dengan tentara bayaran, saya rasa tidak dibenarkan," kata Muzani, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Muzani, menjaga loyalitas terhadap negara bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat. Pemerintah dan berbagai pihak juga perlu memberikan dukungan agar masyarakat memiliki pilihan pekerjaan yang layak.

Salah satu upayanya, kata Muzani, dengan memastikan tersedianya lapangan pekerjaan yang layak. Dengan begitu, masyarakat mempunyai kesempatan meningkatkan kesejahteraan tanpa tergiur tawaran pekerjaan berisiko di luar negeri.

"Di sisi lain kita juga harus menyediakan lapangan pekerjaan dan kelayakan hidup yang lebih baik supaya hal seperti itu tidak terulang," ujarnya.

MPR Soroti Kesejahteraan Masyarakat Natuna

Muzani mengatakan MPR akan terus mendorong kementerian dan lembaga terkait membuat berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perhatian tersebut terutama diarahkan kepada daerah perbatasan seperti Kabupaten Natuna.

Menurut dia, pembangunan Natuna tidak cukup hanya melihat aspek keamanan dan pertahanan. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah di Kantor Bupati Natuna, Rabu , Muzani menerima sejumlah aspirasi mengenai persoalan yang masih dihadapi daerah perbatasan tersebut. Aspirasi itu antara lain berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan ketersediaan energi bersubsidi.

MPR, kata dia, akan mengawal persoalan tersebut kepada pemerintah pusat agar dapat ditindaklanjuti.

"Persoalan yang cukup penting adalah bahwa Natuna, meskipun menghasilkan gas yang cukup besar dalam skala nasional, ternyata di Kabupaten Natuna ini kuota gas subsidi belum didapatkan," katanya.

Informasi Warga Natuna di Rusia Masih Dikoordinasikan

Sebelumnya, muncul informasi mengenai seorang warga Natuna yang diduga berada di Rusia dan terlibat dalam konflik bersenjata.

Berita Terkait