Megapolitan . 02/10/2026, 07:36 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Melihat kondisi udara Jakarta tersebut, IQAir memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.
Warga sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat. Namun, apabila harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker.
Selain itu, masyarakat juga dapat menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar yang kotor ke dalam ruangan.
Persoalan kualitas udara juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI menyiapkan respons cepat untuk menghadapi potensi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau.
Musim kemarau diprediksi berlangsung pada awal Mei hingga Agustus mendatang. Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani pencemaran udara pada periode tersebut.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah meningkatkan kualitas sistem pemantau kualitas udara. Selain itu, Pemprov DKI juga akan melakukan uji emisi kendaraan bermotor.
Pemprov DKI Jakarta juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU). Pemerintah saat ini mengevaluasi strategi tersebut dari berbagai aspek.
Evaluasi mencakup tren PM2.5, beban emisi berdasarkan sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pemprov DKI menilai pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan oleh satu wilayah secara parsial. Karena itu, pemerintah membutuhkan aksi bersama yang terintegrasi.
Kolaborasi tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah serta kerja sama lintas wilayah di sekitar Jakarta. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media