Hukum dan Kriminal

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Diduga Berafiliasi dengan Jaringan Ini

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 11 tersangka tindak pidana terorisme dalam operasi yang dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia.

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Diduga Berafiliasi dengan Jaringan Ini
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Namun, hingga malam hari, pemuda tersebut tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga kemudian mencoba menghubunginya melalui telepon dan WhatsApp. Akan tetapi, pesan yang dikirim tidak mendapatkan balasan.

Kondisi tersebut membuat keluarga semakin khawatir. Sebab, menurut Edi, YDKAP biasanya masih merespons ketika dihubungi.

"Kok jam 01.00 WIB (dini hari) anakku durung balik, terus di WA anak saya kedua, ora dibalesi. Biasanya di WA ditelpon tetap diangkat anak saya itu," ungkap Edi, dikutip dari Tribun Solo, Minggu (4/10/2026).

Keluarga baru mengetahui keberadaan YDKAP pada hari berikutnya.

Pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah petugas kepolisian mendatangi rumah keluarga YDKAP.

Edi mengaku kaget ketika mengetahui bahwa putranya telah diamankan oleh Densus 88 Antiteror Polri.

Petugas kemudian menunjukkan surat pemberitahuan penangkapan sekaligus penetapan tersangka atas nama YDKAP.

Selain memberikan pemberitahuan, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah keluarga tersebut.

Proses penggeledahan berlangsung sekitar satu jam. Dalam kegiatan tersebut, petugas membawa sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan YDKAP, yakni sebuah kaos dan jaket.

"Pagi-pagi jam 10.00 WIB itu didatangi Densus 88 itu ya saya kaget. Ternyata penangkapan anak saya itu. Densusnya itu cuma menyidik, jadinya mencari barang bukti. Barang buktinya itu cuma kaos sama jaket," kata Edi.

Keluarga kemudian berusaha mendapatkan informasi mengenai keberadaan YDKAP setelah pemuda tersebut tidak pulang sejak berpamitan mengambil gaji.

Hingga kini, Densus 88 masih melakukan pendalaman terhadap seluruh tersangka yang diamankan dalam operasi tersebut. (*)

Berita Terkait