Nasional . 04/10/2026, 22:48 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Ancaman El Nino 2026 tidak menghentikan pertumbuhan produksi padi nasional. Hingga Agustus 2026, produksi padi mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG), sementara pemerintah memperkuat pengelolaan air dan pompanisasi untuk menghadapi keterbatasan air di sejumlah wilayah pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus menjaga aktivitas produksi agar lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah mitigasi, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan air.
"Pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi tetap berjalan, terutama melalui penguatan pengelolaan air dan optimalisasi pompanisasi di wilayah yang menghadapi keterbatasan air," kata Mentan, Minggu, 4 Oktober 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi padi nasional pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG. Angka tersebut meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan angka produksi tersebut berasal dari penghitungan luas panen dan produktivitas padi yang telah berstatus angka tetap.
“Produksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” kata Ateng.
Pertumbuhan produksi juga terlihat dari luas panen. Pada periode Januari-Agustus 2026, luas panen padi mencapai 8,32 juta hektare atau naik 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Luas panen padi pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ateng.
Kondisi tersebut turut menopang produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. BPS mencatat produksi beras pada Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Dengan demikian untuk produksi beras pada kondisiJanuari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujarnya.
Di tengah capaian produksi tersebut, sektor pertanian tetap menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino. El Nino yang diperkirakan terjadi dengan intensitas kuat dapat meningkatkan risiko kekeringan dan mempengaruhi ketersediaan air bagi pertanian.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat dukungan sarana produksi sekaligus memastikan ketersediaan air. Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan petani menghadapi tantangan produksi sendirian.
“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” ujar Amran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media