Politik

Komisi III DPR Dorong Kapolri Suyudi Serius Benahi Polri, Sejumlah PR Jadi Sorotan

Komisi III DPR mendukung Kapolri Suyudi membenahi Polri, termasuk menindak oknum arogan dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah.

Komisi III DPR Dorong Kapolri Suyudi Serius Benahi Polri, Sejumlah PR Jadi Sorotan
Komisi III DPR mendukung Kapolri Suyudi membenahi tubuh Polri.

fin.co.id - Sejumlah pekerjaan rumah menanti Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Setyo dalam membenahi institusi Polri. Dukungan untuk menjalankan pembenahan itu disampaikan Komisi III DPR RI saat berkunjung ke kediaman Kapolri di Kecamatan Setiabudi, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tradisi Komisi III DPR RI bersama mitra kerjanya setiap kali terjadi pergantian Kapolri. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan tradisi tersebut terus dipertahankan.

"Ya benar, tadi komisi III berkunjung ke kediaman Kapolri. Ini tradisi yang terus kami lakukan setiap pergantian Kapolri,” ujar Habiburokhman usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, Kapolri Suyudi Ario Setyo turut memperkenalkan keluarganya kepada para anggota Komisi III DPR RI. Selain itu, Suyudi juga mempertegas komitmennya untuk memaksimalkan konsep Polisi sahabat masyarakat.

“Selain itu, Pak Kapolri mempertegas komitmen untuk memaksimalkan konsep Polisi sahabat masyarakat,” ujarnya.

Komisi III Soroti Oknum Polri dan Sejumlah Pekerjaan Rumah

Habiburokhman menegaskan dukungan seluruh Anggota Komisi III terhadap kepemimpinan Suyudi, terutama dalam upaya membenahi institusi Polri. Namun, dalam pertemuan tersebut juga muncul keluhan mengenai perilaku sejumlah oknum pejabat Polri.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menyebut sebagian anggota Komisi III menyampaikan keluhan mengenai adanya oknum pejabat Polri yang dinilai arogan. Mereka juga meminta persoalan tersebut mendapat perbaikan.

“Sebagian juga menyampaikan keluhan adanya oknum pejabat Polri yang arogan dan meminta hal tersebut diperbaiki,” pungkasnya.

Selain masukan dari DPR RI, sejumlah pekerjaan rumah bagi kepemimpinan baru Kapolri juga tercatat dari lembaga masyarakat sipil Imparsial dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pembenahan dan pengawasan internal menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian. Publik berharap Kapolri baru menindak tegas oknum anggota Polri yang melanggar hukum, melakukan penyalahgunaan wewenang, atau terlibat pelanggaran etika secara transparan.

Pekerjaan berikutnya berkaitan dengan pemberantasan kejahatan khusus. Polri diharapkan memberantas tuntas peredaran narkotika serta jaringan judi online (judol) hingga ke akar-akarnya.

Penuntasan kasus HAM dan kekerasan aparat juga masuk dalam daftar pekerjaan rumah. Publik menunggu penuntasan kasus penyidikan aktor intelektual dalam kasus-kasus pelanggaran HAM dan kekerasan (seperti kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sesuai putusan praperadilan).

Selain itu, penanganan aksi unjuk rasa yang humanis menjadi perhatian. Kapolri baru harus menghentikan tindakan berlebihan atau kekerasan oleh oknum polisi saat menghadapi masyarakat yang sedang berdemonstrasi.

Netralitas Polri hingga Target Program 100 Hari

Berita Terkait