Hukum dan Kriminal . 05/10/2026, 06:24 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Perubahan besar di tubuh Polri setelah pergantian kepemimpinan Kapolri kini diikuti tantangan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai, jajaran baru Polri perlu memastikan setiap keluhan masyarakat mendapat respons secara cepat.
Anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam mengatakan, kedekatan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat dalam kepemimpinan Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
“Salah satu yang paling signifikan adalah mendekatkan polisi ke masyarakat dan keluh kesah masyarakat itu direspons dengan cepat,” kata Choirul Anam, Minggu, 4 Okktober 2026.
Menurut Anam, penguatan pelayanan tersebut sejalan dengan visi yang dibawa Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, yakni “Polri Bersama Masyarakat”.
Anam mengatakan, jajaran Polri perlu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui budaya rendah hati atau low profile. Pendekatan tersebut juga dilakukan dengan merangkul semua pihak.
Di sisi lain, tugas kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap harus menjadi perhatian.
“Memastikan juga masyarakat aman dan tertib sesuai dengan tugas pokok,” imbuhnya.
Anam juga menekankan pentingnya sistem yang mampu memastikan kepolisian memberikan respons secara cepat. Menurutnya, modalitas respons cepat sebenarnya telah dibangun pada era kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Karena itu, sistem tersebut dinilai perlu diperkuat dan dikembangkan pada masa kepemimpinan Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
“Tinggal mengembangkan, memperkuat, dan meneruskannya. Salah satunya berbagai mekanisme digitalisasi pengaduan, termasuk pengaduan di Propam,” katanya.
Di tengah perubahan jajaran kepolisian tersebut, Anam menilai personel yang masuk dalam jajaran baru Polri merupakan orang-orang terpilih dengan rekam jejak yang sesuai dengan rencana pengembangan Korps Bhayangkara.
“Saya yakin Pak Kapolri memiliki pertimbangan untuk memastikan bahwa apa yang menjadi visi misinya, apa yang menjadi target ke depan di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, tentu saja dia akan memilih orang-orang yang terbaik untuk menjalankan visi misi tersebut dan target pengembangan organisasi kepolisian ke depan,” katanya menjelaskan.
Sebelumnya, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) sehari setelah Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media