Politik . 10/10/2026, 21:43 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dedi Mulyadi bukan nama baru dalam dunia politik Indonesia. Sebelum memimpin Jawa Barat, ia pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan partai politik.
Dalam perjalanan kariernya, Dedi pernah berkiprah di Partai Golkar sebelum kemudian bergabung dengan Partai Gerindra.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa dinamika politik dan perubahan dukungan partai menjadi bagian dari perjalanan karier sejumlah tokoh nasional.
Pengalaman itu turut menjadi bahan pertimbangan pengamat ketika membahas kemungkinan langkah politik Dedi selanjutnya.
Namun, rekam jejak perpindahan partai pada masa lalu tidak dapat dijadikan bukti bahwa ia akan kembali berpindah partai menjelang Pilpres 2029.
Sampai ada pernyataan resmi dari Dedi Mulyadi maupun PSI, kabar mengenai kepindahan tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai isu yang belum terkonfirmasi
Selain isu kepindahan partai, wacana pasangan Dedi Mulyadi dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029 juga menarik perhatian.
Dedi Kurnia Syah menilai, apabila Dedi Mulyadi benar-benar bergabung dengan PSI, partai tersebut berpotensi menjadi salah satu jalur politik yang diperhitungkan dalam pembahasan pasangan tersebut.
Menurutnya, kombinasi figur dengan popularitas dan pengalaman politik dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Meski demikian, kemungkinan tersebut masih bergantung pada banyak faktor, termasuk kesiapan partai, dukungan koalisi, serta ketentuan pencalonan yang berlaku.
Perlu dipahami bahwa pernyataan pengamat tersebut tidak berarti Dedi Mulyadi dan Gibran telah sepakat untuk berpasangan.
Belum ada kepastian mengenai siapa yang akan maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pilpres 2029.
Selain itu, pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden tidak ditentukan oleh popularitas semata.
Dukungan partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi persyaratan konstitusional juga menjadi faktor penting dalam proses pencalonan.
Jika wacana duet Dedi Mulyadi dan Gibran terus berkembang, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah posisi PSI dalam peta politik menjelang 2029.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media