Ekonomi

Rupiah Hari Ini Dibayangi Tekanan Dolar AS dan Geopolitik, BI Perkuat Intervensi Pasar

Rupiah diperkirakan bergerak di Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS, di tengah risiko inflasi AS, konflik geopolitik, dan intervensi BI.

Rupiah Hari Ini Dibayangi Tekanan Dolar AS dan Geopolitik, BI Perkuat Intervensi Pasar
Rupiah diperkirakan bergerak di Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS.

Selain sentimen global, langkah Bank Indonesia (BI) turut menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pekan lalu, BI memenangkan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp30 triliun, lebih dari dua kali lipat nilai lelang sebelumnya pada 25 September 2026 yang mencapai Rp15 triliun.

Besarnya nilai yang dimenangkan tersebut disinyalir berkaitan dengan penurunan yield penawaran dibandingkan lelang sebelumnya. Untuk tenor enam bulan, yield turun dari 6,75% menjadi 6,55%.

Penurunan juga terjadi pada tenor sembilan bulan, dari 6,78% menjadi 6,52%. Sementara itu, yield tenor 12 bulan terkoreksi dari 6,86% menjadi 6,68%.

Langkah tersebut menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan di tengah perkiraan bahwa BI akan tetap melakukan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.

Untuk perdagangan hari ini, rentang Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS menjadi perkiraan pergerakan rupiah. Namun, level Rp17.950-Rp18.000 per dolar AS perlu diwaspadai apabila tekanan jual meningkat.

Sebaliknya, peluang penguatan menuju Rp17.850 per dolar AS masih membutuhkan dukungan sentimen eksternal yang lebih kondusif. Ekspektasi terhadap prospek pertumbuhan ekonomi juga perlu meningkat, termasuk dengan dukungan perbaikan daya beli konsumen di Tanah Air.

Berita Terkait