Megapolitan . 17/10/2026, 10:40 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi udara di Jakarta dilaporkan dirasakan seperti diselimuti kabut tipis, terutama pada malam hari setelah pukul 20.00 WIB. Sejumlah warga juga merasakan kondisi yang menyerupai kabut asap, baik dari bau maupun teksturnya.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir pada Jumat, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta sempat mencapai 186 pada pagi hari. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 107 mikrogram per meter kubik.
Pada pukul 12.00 WIB, AQI Jakarta tercatat sebesar 169, sedangkan konsentrasi PM2.5 mencapai 81 mikrogram per meter kubik. Nilai tersebut setara dengan 16,2 kali lipat dari panduan konsentrasi PM2.5 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam kondisi tersebut, masyarakat disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, pemantauan sensor kualitas udara real-time IQAir hingga menjelang tengah malam menunjukkan kondisi udara Jakarta berada pada rentang sedang hingga tidak sehat bagi kelompok sensitif. Skor AQI tercatat berkisar 110 hingga di atas 140, dengan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat cenderung mencatat tingkat polusi lebih tinggi dibandingkan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
Meski kualitas udara menunjukkan tingkat polusi yang perlu diwaspadai, penyebab kondisi tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan angka AQI dan konsentrasi PM2.5.
Diperlukan keterangan lebih lanjut dari instansi berwenang, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementerian Lingkungan Hidup, untuk memastikan apakah kondisi udara di Jakarta berkaitan dengan asap karhutla atau berasal dari sumber polusi lainnya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media