Politik

Jokowi Bilang Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah Gibran, PDIP: Maling Teriak Maling

Pernyataan itu disampaikan Guntur Romli melalui video yang diunggah di akun X miliknya.

Jokowi Bilang Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah Gibran, PDIP: Maling Teriak Maling
Politikus PDIP Mohmad Guntur Romli (Ist)

"Rupanya birokrasi di negeri ini bisa sangat efisien asal pemohonnya anak presiden. Itu juga operasi politik," kata Guntur Romli.

Guntur Romli juga menyinggung Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023, khususnya Pasal 18 ayat (3), yang menurutnya menjadi bagian dari proses administratif pencalonan Gibran.

Ia menilai rangkaian keputusan hukum dan proses administrasi tersebut perlu dipertanyakan, terutama karena berlangsung ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden.

"Lalu PKPU nomor 19 tahun 2023, pasal 18 ayat 3, pintu administratif yang dibuka lebar agar jalan sang putra mahkota mulus tanpa hambatan," ujarnya.

Guntur Romli menegaskan bahwa kritik terhadap persoalan ijazah Gibran tidak semestinya langsung dianggap sebagai upaya menjatuhkan reputasi Jokowi maupun keluarganya.

Menurut dia, persoalan tersebut justru perlu dijawab melalui penjelasan mengenai rangkaian keputusan hukum dan administrasi yang menjadi sorotan publik.

Di akhir pernyataannya, Guntur Romli meminta Jokowi tidak membalikkan persoalan dengan menyebut kritik publik sebagai operasi politik.

Ia menilai reputasi Jokowi tidak semata-mata dipengaruhi oleh pihak yang mempertanyakan ijazah Gibran, tetapi juga oleh berbagai keputusan dan proses yang berlangsung selama Jokowi memimpin pemerintahan.

"Jadi, Pak Jokowi jangan memutar balik fakta. Yang menurunkan reputasi bukan rakyat yang bertanya soal ijazah. Reputasi itu runtuh oleh rangkaian rekayasa hukum, administrasi, dan kekuasaan yang dijalankan saat Pak Jokowi masih memegang tongkat komando sebagai presiden. Itulah operasi politik dilakukan," kata Guntur Romli.

Ia menambahkan, masyarakat yang mempertanyakan persoalan tersebut tidak serta-merta dapat dianggap sedang menyerang keluarga Jokowi. Menurutnya, publik hanya meminta penjelasan atas berbagai hal yang menjadi polemik.

"Rakyat tidak sedang menyerang keluarga Pak Jokowi. Rakyat hanya menagih jawaban atas operasi politik yang Pak Jokowi sendiri pimpin. Menyebut kritik sebagai operasi adalah cara lama maling teriak maling," tutup Guntur Romli. *

Berita Terkait