Nasional

Kesaksian Ngeri Penumpang KMP Batumandi: Asap Hitam Muncul dari Bawah Kapal, Disusul Ledakan!

Penumpang KMP Batumandi mengungkap detik kebakaran saat kapal hendak merapat ke Dermaga VI Pelabuhan Merak, diawali asap hitam dan ledakan.

Kesaksian Ngeri Penumpang KMP Batumandi: Asap Hitam Muncul dari Bawah Kapal, Disusul Ledakan!
Penumpang KMP Batumandi mengungkap detik-detik kebakaran kapal.

fin.co.id - Asap hitam yang mengepul dari area kendaraan bawah kapal, disusul suara ledakan membuat penumpang KMP Batumandi bergegas menyelamatkan diri. Peristiwa itu terjadi ketika kapal hendak merapat ke dermaga di sekitar Pulau Merak Besar, Cilegon, Jawa Barat, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ali, salah satu penumpang, mengatakan dirinya berada di sisi kanan kapal ketika asap mulai terlihat dari dekat cerobong mesin. Situasi berubah mencekam hingga para penumpang berlari ke sisi kiri untuk menghindari kepulan asap.

"Kejadiannya kira-kira mau merapat ke dermaga. Kebetulan saya berdiri di samping kanan, keluar asap, meledak, asap hitam, kita lari ke kiri. Asapnya dari bawah kendaraan, dekat cerobong mesin," kata Ali.

Ia menjelaskan, asap tebal muncul secara tiba-tiba dan disertai suara ledakan keras. Sumber asap dan ledakan itu, menurut kesaksiannya, berada di area dek kendaraan bagian bawah serta sekitar cerobong mesin.

Penumpang Dievakuasi Melalui Peluncur Darurat

Setelah mengetahui adanya kebakaran, para penumpang segera meminta jaket pelampung kepada petugas kapal. Di tengah situasi yang mencekam, Ali dan penumpang lainnya kemudian menjalani proses evakuasi dari geladak atas menggunakan peluncur darurat.

"Kita minta pelampung ke petugas. Dari atas geladak kita turun lagi, lalu dievakuasi turun lewat tangga peluncur darurat itu," kata Ali yang warga Bekasi itu.

Ali menuturkan, dirinya berada di KMP Batumandi dalam perjalanan pulang menuju Bekasi. Sebelumnya, ia menghadiri acara pernikahan keluarga di Padang, Sumatera Barat.

Kebakaran terjadi saat kapal menjalani proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, di sekitar Pulau Merak Besar. Peristiwa tersebut menjadi perhatian petugas ketika kapal berada dalam proses mendekati dermaga.

ASDP Koordinasi dengan Otoritas untuk Penanganan Insiden

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Selanjutnya, sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di buritan atau bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.

ASDP kemudian berkoordinasi secara intensif dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan insiden dan proses evakuasi berlangsung secara optimal.

Hingga informasi disampaikan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. ASDP menyatakan akan mendukung pemeriksaan oleh pihak berwenang serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

Keselamatan penumpang dan awak kapal, menurut ASDP, menjadi prioritas utama perusahaan. Perseroan terus mengerahkan dukungan yang diperlukan untuk menangani insiden secara cepat dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Berita Terkait