Nasional

SPPG di Cerebon Ditututup Usai Siswa Alamai Keracunan MBG

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengonfirmasi bahwa keputusan penghentian sementara operasional SPPG tersebut diambil segera setelah insiden tersebut mencuat.

SPPG di Cerebon Ditututup Usai Siswa Alamai Keracunan MBG
MBG

fin.co.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sejumlah sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, resmi disuspend. Penangguhan operasional ini diberlakukan menyusul munculnya dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa para siswa. Penangguhan tersebut bakal berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengonfirmasi bahwa keputusan penghentian sementara operasional SPPG tersebut diambil segera setelah insiden tersebut mencuat.

"Per malam ini SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Yulian di Kota Cirebon, Selasa 20 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPPG tersebut bertanggung jawab menyalurkan hidangan MBG bagi penerima manfaat di wilayah Kelurahan Kalijaga. Sejumlah korban yang dilaporkan mengalami dugaan keracunan mencakup pelajar dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, hingga anak-anak di TK Teratai.

Hingga saat ini, proses pendataan serta penanganan medis terhadap para korban masih terus berjalan secara intensif. Pihak KPPG Cirebon terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan instansi rumah sakit guna menjamin seluruh korban tertangani dengan baik.

"Korban mungkin di angka kurang lebih 100. Cuma untuk totalnya malam ini akan kami update," ujarnya.

Mengenai santapan yang disajikan, Yulian menjelaskan bahwa salah satu menu yang disiapkan hari itu adalah sop telur puyuh. Usai mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah penerima manfaat mendadak mengeluhkan keluhan fisik berupa mual dan pusing.

Para korban yang menunjukkan gejala keracunan kini telah dirujuk dan menjalani perawatan medis yang tersebar di empat rumah sakit di wilayah Kota Cirebon.

Kendati demikian, pihak KPPG belum bisa memastikan penyebab utama timbulnya gejala massal tersebut. Sampel makanan sudah diamankan petugas untuk diuji secara ilmiah melalui fasilitas laboratorium.

"Untuk dugaan dari mana, kita masih menunggu hasil laboratorium. Sampel sudah diambil dan segera dicek di laboratorium. Nanti apabila sudah ada hasil lab yang pasti, akan kami umumkan kembali," jelasnya.

Berita Terkait