AS dan Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Laporan The New York Times pada Rabu, yang mengutip sejumlah pejabat AS dan pihak yang mengetahui pembahasan tersebut, menyebut militer kedua negara telah meningkatkan persiapan untuk kemungkinan operasi tersebut.
fin.co.id - Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah menyiapkan rencana serangan militer baru terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS. Operasi yang dirancang kedua negara tersebut disebut akan berlangsung singkat, tetapi dengan intensitas serangan yang tinggi.
Laporan The New York Times pada Rabu, yang mengutip sejumlah pejabat AS dan pihak yang mengetahui pembahasan tersebut, menyebut militer kedua negara telah meningkatkan persiapan untuk kemungkinan operasi tersebut.
Persiapan itu mencakup peningkatan latihan militer, termasuk penerbangan di wilayah udara Irak guna melatih manuver yang diperlukan dalam pelaksanaan serangan.
Sejumlah sasaran yang berpotensi menjadi target meliputi fasilitas nuklir Iran, persenjataan rudal dan drone, hingga infrastruktur energi negara tersebut.
Baca Juga
Laporan tersebut juga mengungkap kemungkinan serangan terhadap Pickaxe Mountain, fasilitas yang berada jauh di bawah tanah dan dikaitkan dengan program nuklir Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Israel pada pekan ini. Pertemuan itu membahas kemungkinan pelaksanaan serangan militer baru terhadap Iran.
Meski persiapan disebut terus berjalan, belum ada kepastian bahwa Presiden AS Donald Trump akan memberikan persetujuan terhadap rencana tersebut.
Menurut laporan The New York Times, Trump berulang kali menolak kemungkinan kembali melancarkan operasi tempur berskala besar pada tahun ini.
Pada awal Oktober 2026, Trump juga menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu. Saat itu, ia menyebut kedua negara sedang menjalani "pembicaraan yang produktif".
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times bahwa pemerintah tidak memberikan komentar mengenai rencana militer yang "mungkin ada atau mungkin tidak ada".
Baca Juga
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Trump masih mempertimbangkan seluruh opsi untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran sebelumnya meningkat setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan agresi militer terhadap Teheran pada 28 Februari 2026.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan. Eskalasi konflik turut berdampak terhadap jalur pelayaran internasional, terutama Selat Hormuz.
Jalur strategis tersebut secara efektif tertutup akibat konflik, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.
Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan juga belum menunjukkan hasil yang tuntas. Nota kesepahaman yang ditandatangani AS dan Iran pada Juni 2026 melalui mediasi Pakistan dan Qatar dilaporkan mengalami kebuntuan.